Tarjun, Adawiyah dan Bekantan

Ada apa sih dengan Tarjun? Dan siapa Adawiyah itu? Apa hubungannya dengan Bekantan? Pagi itu azan subuh pun belum berkumandang, tetapi aku sudah bergegas menuju bandara Soekarno Hatta. Walaupun ke Banjarmasin bukan untuk pertama kalinya, seringkali hanya transit saja, tetapi Continue reading Tarjun, Adawiyah dan Bekantan

MANUSIA KUAT : BELAJAR DARI CILENGKRANG

“belajar hidup itu tidak ada sekolahnya, paling efektif kita belajar dari orang lain yang sudah berhasil sesuai ukuran kita” Hari itu saya punya kesempatan untuk belajar dari manusia kuat penuh inspirasi yaitu Pak Wawan, Ibu Nining dan Bapak Kuky Permana. Continue reading MANUSIA KUAT : BELAJAR DARI CILENGKRANG

Adaptasi dan Peduli

“Orang sukses adalah bukan orang yang paling kuat, tetapi yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan“ Kalimat di atas berlaku juga buat perusahaan. Semua menyadari dan mengamini bahwa dunia sudah berubah akibat teknologi. Siapa menyangka kalau ojek bisa menyelesaikan banyak masalah Continue reading Adaptasi dan Peduli

Bukan Sekedar Mendapatkan Untung Besar

Indonesia negara gemah ripah loh jinawi, bukan hanya mendatangkan berkah tetapi juga kesulitan. Lo kog kesulitan? Negeri yang kaya raya dengan sumber daya alam, sehingga tanam kayu aja bisa jadi harta karun ternyata menyimpan bongkahan persoalan. Yang pertama, saking makmurnya, Continue reading Bukan Sekedar Mendapatkan Untung Besar

Harmoni Cirebon dalam 10 jam

  Kalau menyebut kota Cirebon, apa yang ada di benakmu? Batik Trusmi, nasi Jamblang, Empang Gentong, Tahu Gejrot. Apa lagi? Kuliner dan batik sudah menjadi ikon kota udang ini. Padahal ada hal lain tentang Cirebon yang juga menarik. Setiap berkunjung Continue reading Harmoni Cirebon dalam 10 jam

Otsuka: Antara Bangil dan Malang

Ada apa gerangan di Bangil dan Malang? Masih tentang perjalananku bersama PT Amerta Indah Otsuka (Otsuka), perusahaan yang memproduksi Pocari Sweat dan Soy Joy. Aku bukan hanya berkunjung ke pabriknya di Pasuruan, seperti yang aku ceritakan di sini, tetapi juga Continue reading Otsuka: Antara Bangil dan Malang

DUA KUNCI SUKSES BERBISNIS

Kalau bicara dengan generasi milenial, cita-cita terbanyaknya adalah menjadi entreprenuer alis membangun kerajaan bisnis sendiri. Bukan menjadi karyawan. Beribu tulisan, buku, seminar yang digelar dengan tajuk sukses membangun bisnis laris manis. Apakah kemudian semua sukses dalam menjalankan bisnisnya? Saya termasuk Continue reading DUA KUNCI SUKSES BERBISNIS

Private Cooking bareng William Wongso

Makan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia dan menjadi salah satu jenis bisnis yang tidak pernah punah sampai kapan pun. Kalau dulu, makan untuk bertahan hidup, berbeda dengan zaman sekarang. Makan seringkali menjadi saran untuk menjalin silaturahmi, negosiasi, bisnis bahkan Continue reading Private Cooking bareng William Wongso

SkyAve 2017 – Bounced Back!

Image

 

Aku berdiri terpukau diantara puluhan ribu penonton yang menyaksikan KAHITNA di panggung nan megah. Sebuah perhelatan besar di gedung yang tidak main-main yaitu Indonesia Convention Exhibition (ICE) Serpong. Dan semua itu penyelenggaranya adalah anak-anak SMA!

Sky Avenue (SkyAve) adalah pentas seni tahunan SMA Labschool Kebayoran (Labsky), sebagai wadah untuk berkarya bagi siswa di luar akademis. Tempat mengasah kreativitas, mengorganisir kegiatan dan belajar bertanggung jawab dalam skala yang lebih besar.

Buat remaja Jakarta, event ini sudah sangat terkenal dan dinanti kehadirannya. Ini SkyAve ketiga yang aku datangi. Dari tahun pertama datang ke acara ini, lebih karena menemani anak.  Tapi khusus yang tahun ini, aku tidak menemani anakku. Beneran datang sendiri karena ingin melihat langsung. Kenapa?

Tahun lalu SkyAve diselenggarakan di lapangan Aldiron, mengalami musibah luar biasa (bisa dibaca di tulisanku ini – Kerja Hebat Sky Ave 2016) sehingga acara dibatalkan. Masih merinding mengingat malam itu. Panggung yang porak-poranda, panitia yang menangis, orangtua panitia dan guru yang berdiri termangu di lapangan becek dan gelap. Berbagai isu simpang siur di social media menambah resah para orangtua yang anaknya pergi menonton kala itu.

Karena cuaca sangat buruk maka kegiatan dihentikan demi keamanan bersama. Padahal semua sudah dipersiapkan  dengan rapih oleh anak-anak SMA Labsky. Bukan cuma tenaga tetapi juga waktu, pikiran serta dana dicurahkan demi suksesnya SkyAve. Tapi apa daya, cuaca di luar kuasa kita. Kegagalan yang sudah pasti menggoreskan kekecewaan besar, ternyata dihadapi dengan besar hati oleh SMA Labsky. Mereka membereskan satu persatu masalah yang timbul dan tidak berlama-lama menyesalinya.

The show must go on. Sebuah kegagalan yang memberi pembelajaran luar biasa dan akan terus menjadi catatan sejarah. Bagaimana mereka bangkit dan terus berkarya menjadi hal yang menarik untuk diikuti. Karenanya aku bela-belain menyaksikan langsung SkyAve tahun ini. Walaupun sendirian, bukan karena mengawal anak, karena dia sedang mengikuti program Student Exchange ke Australia.

Beban berat dipikul siswa penyelenggara SkyAve tahun ini. Kekecewaan sebelumnya dari para penonton, pengisi acara serta sponsor akankah bisa diobati dan panitia bisa menarik mereka kembali? Belajar dari pengalaman tahun lalu, kali ini SkyAve diselenggarakan dalam gedung tertutup yaitu ICE. Berbagai tantangan awal sudah dihadapi, yaitu lokasi yang jauh, harga sewa gedung yang mahal, serta panggung yang megah tidak mungkin lagi ditata seperti ketika di Aldiron atau Senayan. Mereka harus bekerja lebih keras untuk membuat acaranya keren. Bukan hanya dana yang dibutuhkan sangat besar, tetapi juga kreativitas serta kematangan konsep dalam menyelenggarakan menjadi poin penting karena gedung yang besar dengan jumlah penonton lebih banyak.

Malam itu aku berdiri dengan takjub. Kembali merinding untuk hal yang berbeda. SkyAve is back! Kembali memukau para penontonnya. Tiket sold out 4 hari sebelum acara dimulai. Dari mulai masuk gedung, semua sudah dipersiapkan dengan matang serta pemeriksaan yang sangat ketat supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pengaturan arus penonton dari gerbang masuk acara, tempat makan, tempat sholat, toilet serta pintu masuk ke panggung semua sudah ditata rapi. Sehingga tidak ada penumpukan atau desak-desakan. Bahkan ada petugas khusus yang keliling mengambil sampah  setiap saat sehingga tetap bersih. Walaupun ada sedikit kekusutan tetapi secara umum masih nyaman dan aman. Acara berjalan lancar dan sukses!

Untuk anak se-level SMA, mengelola kegiatan sebesar itu adalah pekerjaan luar biasa. Sampai hari ini aku masih terkagum-kagum. Bahkan para artis pengisi acara pun memuji. Bukan hanya Kahitna, tetapi juga ada Yovie and The Nuno, Tulus, Raisa, Barasuara, Adhitia Sofyan, The Cangcuters dan masih banyak lagi. Semua berjalan tertib dan lancar. Para penonton pun puas menikmati, bukan hanya abg tetapi juga orangtua. Selamat untuk SMA Labsky. SkyAve keren!

Ketika mereka jatuh, ternyata bukan terpuruk dan menyerah, tetapi melompat lebih tinggi. Sky Ave bounced back!

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail