tidak semua jadi kapten

Anak wedok memasuki babak baru di kehidupannya. Menjadi anak SMA. Sedikit lebih dewasa dari sebelumnya. Perjalanan di SMP Labschool Kebayoran (Labsky) penuh cerita. Haru biru, canda tawa dan kesedihan tentunya ada. Belajar, berteman, berkompetisi, memberikan banyak pengalaman dan semoga menjadikan dia manusia yang lebih baik.

Setiap pelepasan jenjang masa sekolah, selalu ada prosesinya yaitu wisuda kelulusan. Selalu istimewa upacara wisuda di SMP Labsky karena membuat kami para orangtua mbrebes mili dari tahun ke tahun. Sekolah mengemas acara dengan begitu indah dan syarat makna. Hampir tidak ada yang bisa melupakan peristiwa demi peristiwa saat itu. Walaupun kini anak wedok sudah pakai putih abu-abu, mengenang acara itu masih mengguratkan segudang rasa di hati.

Wisuda angkatan anak wedok yaitu angkatan Vasthadeka Dalaxtra (VDX) dilaksanakan saat bulan puasa di Hall Plaza Mandiri Sudirman. Suasana ramadan yang sudah terasa khidmat ditambah proses wisuda yang syahdu sungguh perpaduan yang amat sangat mengharu biru.

Kesederhanaan tercermin dari acara wisuda SMP Labsky. Anak-anak menggunakan baju batik sekolah, bukan kostum macem-macem dan selalu mengangkat tema Indonesia. Tahun ini kami mendapat tema Kalimantan. Semua ornamen dekor, kostum para guru dan orangtua mengambil tema senada yaitu touch of Kalimantan.

Walaupun acara wisuda disusun oleh sekolah, tetapi anak-anak diberi ruang ekspresi untuk terakhir kalinya. Setiap kelas bebas menentukan tema yang dipilih untuk menjadi: nama kelas, lagu yang menyertai prosesi, narasi yang dibacakan ketika mereka memasuki ruangan serta yel-yel di panggung bersama wali kelas masing-masing. Ada yang menggunakan lagu rock, metal atau lagu pop barat. Dengan gaya pilihan masing-masing kelas, mereka memasuki ruangan sambil menari menuju ruangan acara. Menyaksikan mereka di panggung, ada setangkup haru menyusup. Ah…anak-anak tumbuh besar dengan cepat.

Prosesi yang sudah pasti menguras airmata adalah ketika sekolah menyerahkan kembali pengasuhan anak kepada orangtua. Masa bhakti mereka telah paripurna. Saatnya orangtua kembali menggandeng putra-putrinya untuk membimbing menuju ke jenjang yang lebih tinggi. Airmata menetes mendengarkan Ibu Yati Suwartini sang Kepala Sekolah dengan terbata-bata penuh haru ketika menyerahkan kembali siswanya kepada orangtua tanpa lupa mengucapkan permohonan maaf.

Duh Bu Yati, justru kami para orangtua yang harus banyak-banyak minta maaf. 3 tahun menitipkan anak yang pasti tidak mudah untuk membimbing mereka. Tapi dengan penuh kesabaran dan ketegasan sekolah telah berhasil mendidik mereka. Insya Allah semua siswa SMP Labsky menjadi pribadi yang baik dan berhasil meraih mimpinya.

Dari keseluruhan jalannya wisuda, yang sangat indah dan penuh makna, satu hal yang tidak bisa hilang dari memoriku hingga kini adalah pidato Kepala Sekolah. Sebuah cuplikan puisi yang tepat untuk mengingatkan kami para orangtua. Silakan dengar dan baca sendiri. Aku tuliskan di sini.

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
Yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
Memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
Tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
Rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Terima kasih Ibu Yati. Engkau mengajarkan kepadaku bagaimana menjadi pemimpin yang tegas tapi tetap lemah lembut dan penuh kasih sayang. Terima kasih para guru dan staf SMP Labsky yang telah menerima anakku dengan tangan terbuka, mengasuh serta mendidik dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua baginya.

Vasthadeka Dalaxtra, terbaik!

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

6 Replies to “tidak semua jadi kapten”

  1. Pas baca tulisan mba Ai, langsung terngiang2 lagii acara wisuda vdx di atas kepala bulu kuduk tiba2 merinding, Selalu bersyukur yg takterhingga krn Allah SWT sdh kasih kesempatan anak2 kita dpt bersekolah di SMP Labsky

  2. Baguusss banget mba Ai baca tulisannya langsung terngiang2 acara wisuda di atas kepala, kok tiba2 jd merinding …

    Aku selalu bersyukur sama Allah SWT yg sdh ngasih kesempatan anakku bisa bersekolah di SMP Labsky

Tinggalkan Balasan