Kebaikan tanpa Hitungan ala Boy Thohir

“Jangan menawar pada Tuhan, Tuhan gak butuh kita. Tapi kita yang butuh pertolongan-Nya”

Dalam acara buka bersama 1000 anak yatim Group Adaro, saya berkesempatan ngobrol dengan Presiden Direktur Adaro Energy, Tbk Bapak Garibaldi Thohir atau biasa disapa Boy Thohir. Beliau bercerita bahwa di zaman apapun, mau baby boomers, generasi X,Y, Z maupun milenial, nilai hidup tidak berubah. Berpegang teguh pada nilai-nilai tersebut menjadi kunci keberhasilan hidup. Apa saja nilai-nilai itu?

Menjaga nama baik atau reputasi, ulet atau gigih, berilmu, networking dan yang terakhir garis tangan. 4 poin pertama sangat tergantung bagaimana usaha kita, tetapi garis tangan atau keberuntungan menjadi kewenangan Yang Maha Kuasa. Pak Boy percaya bahwa melakukan kebaikan, menyantuni anak yatim, beramal sholeh adalah cara untuk “mengasah” keberuntungan.

anak yatim berebut maju ikutan games berhadiah

Selama 8 tahun berturut-turut, Adaro selalu melakukan kegiatan buka bersama dan menyantuni anak yatim. “Anak-anak yatim harus diutamakan, mereka ini tamu kehormatan saya. Gak pentinglah pidato saya“, ujar beliau ketika panitia mengingatkan susunan acara buka bersama. Pak Boy bercerita pada suatu masa, Adaro mengalami krisis ekonomi sehingga perlu dilakukan pengetatan budget di semua lini. Sempat berpikir untuk meniadakan kegiatan buka bersama dengan 1000 anak yatim seperti tahun-tahun sebelumnya. Tetapi kemudian beliau memutuskan harus tetap diadakan tetapi jumlah anak yatimnya aja dikurang jadi 500 anak. Di tengah jalan kemudian berpikir, “Masa saya tawar menawar sama Tuhan. Anak yatim ini urusan saya sama Tuhan. Kata Tuhan terserah kamu, aku kan gak butuh. Kamu yang butuh Aku.” Pak Boy pun cepat-cepat mengganti keputusannya dan tetap mengundang 1000 anak yatim,

wajah tulus anak yatim

Jangan dikurangi! Kalau perlu potong gaji para Direksi. saya ndak berani urusan begini nawar-nawar. Rejeki Allah yang atur,” ujar beliau. Percaya tidak percaya kegiatan tersebut berjalan lancar dan sejak itu Adaro mengalami kenaikan pendapatan yang signifikan hingga sekarang. Adaro menjadi produsen batu bara terbesar keempat di dunia. Pencapaian yang bukan main-main. Dan sebagai salah satu orang kaya di negeri ini, Boy Thohir merupakan pribadi yang humble. Selama ngobrol dengan saya dan teman-teman: Simbok, Rere, Tenit, Aryan, Harris, Tery, Raisa, Ifan dan Tika, beliau terlihat santai dan tidak berjarak.

Pak Boy memberikan wejangan

Buka bersama 1000 anak yatim selalu penuh kejutan tiap tahunnya. Karena anak yatim inilah tamu kehormatannya, maka acara dibuat sepenuhnya untuk menggembirakan mereka. Sebelumnya ada Coboy Junior dan JKT 48 sebagai bintang tamu yang membuat anak yatim histeris dan tidak menyangka akan bertemu artis idola sedekat itu. Kali ini group musik Ahleeya yang mengemas lagu-lagu Islami dengan arasemen lagu kekinian seperti Baby Shark, maupun lagu-lagu hits Via Valen yang menghibur mereka.

menyanyi bersama group Ahleeya

Anak-anak pun larut dalam kegembiraan ikut bernyanyi dan joget bersama. Tak terkecuali Bapak Boy Thohir. Beliau tak segan untuk bergabung dengan anak-anak. Melihat wajah-wajah gembira anak yatim, membuat hati ini haru. Mereka yang selama ini hidup dengan segala keterbatasan, malam ini sepenuhnya milik mereka. Menikmati makanan kesukaan, dihibur oleh artis terkenal dan mendapatkan banyak hadiah dalam games yang digelar. Semoga hari itu menjadi hari yang menghangatkan hati dan dikenang selamanya.

sebelum pulang, anak-anak bersalaman

Acara buka bersama ini diadakan di ballroom Kuningan City dan bukan hanya dihadiri 1000 anak yatim tetapi juga para direksi dan karyawan Adaro. Diawali dengan tausiyah Ustad Maulana menjelang waktu berbuka dan dilanjutkan dengan hiburan band internal karyawan, sebelum acara puncak untuk anak yatim.

Jamaaah…oh jamaah! Khas Ustad Maulana
Band karyawan Adaro

Malam itu saya belajar banyak. dari wajah anak-anak yang tulus dan pesan Bapak Boy Thohir. Jangan berhitung dalam kebaikan. Dan jangan bersyarat ketika bersedekah. Teruslah berbagi rejeki dalam keadaan susah maupun senang. Rejeki Allah yang ngatur, bukan kita. Saya yang masih sering “berhitung” dengan Tuhan, malam itu serasa ditampar habis-habisan. Di bulan Ramadan, bulan penuh berkah sudahkah kita menjadikan kebaikan tanpa hitungan sebagai bagian dari keseharian, bukan pamrih untuk mendapatkan balasan dari Tuhan?

Pesan dari Pak Boy Thohir

Jakarta, 25 Mei 2018 malam hari di ibukota yang masih macet dengan sejuta kegelisah berkecamuk di kepala.

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

3 Replies to “Kebaikan tanpa Hitungan ala Boy Thohir”

  1. Seruuu banget!! Dari bukber ini aku tau ada nasyid hiphop rap bernama Aleehya! Sungguh membuka wawasan :)
    Semoga kita semua semakin banyak rezeki dan diberi sehat, jumpa lagi di bukber tahun2 mendatang ya…

Tinggalkan Balasan