Karya
Posted By ainun

DUA KUNCI SUKSES BERBISNIS


Kalau bicara dengan generasi milenial, cita-cita terbanyaknya adalah menjadi entreprenuer alis membangun kerajaan bisnis sendiri. Bukan menjadi karyawan. Beribu tulisan, buku, seminar yang digelar dengan tajuk sukses membangun bisnis laris manis. Apakah kemudian semua sukses dalam menjalankan bisnisnya?

Saya termasuk orang yang percaya dalam membangun bisnis ada 2 kunci utama :

  1. kerjakan
  2. belajar dari yang punya pengalaman

Memahami teori saja tidak cukup, karena membangun bisnis itu seperti naik sepeda. Harus berani mencoba mengendarai dengan resiko jatuh dan mampu bangun lagi. Setiap kayuhan akan memberikan pembelajaran. Selain itu belajar dari yang berpengalaman.

Bicara soal pengalaman bisnis, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) adalah salah satu perusahaan semen tertua di Indonesia yang sudah sangat berpengalaman. Berdiri sejak tahun 1985 hasil penggabungan dari 6 perusahaan dengan 8 pabrik semen yang beroperasi sejak tahun 1975. Indocement percaya bahwa sebuah bisnis yang sukses bukan sekdar mencetak keuntungan finansial sebesar-besarnya tetapi juga bagaimana memberdayakan masyarakatnya.

Sebagai perusahaan yang publik yang sudah tercatat di Bursa efek Indonesia, Indocement harus mentaati semua peraturan serta regulasi termasuk lingkungan. Memiliki program CSR adalah salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai bagian dari tanggung jawab kepada publik sekaligus menjaga keberlangsungan usaha.

Dalam mengelola CSR, Indocement bukan sekedar menjalankan filantropi tetapi juga program empowering community dan sustainability development program (SDP). Program yang memiliki dampak langsung kepada masyarakat serta berkelanjutan menjadi inti dari CSR. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat bisa berdaya, tidak tergantung pihak lain dalam meningkatkan kesejahteraannya.

Minggu lalu saya diberi kesempatan untuk berkunjung langsung ke lokasi CSR di sekitar pabrik Citereup. 3 program yang kami kunjungi adalah :

  1. Gerakan Tani Mandiri (GTM) di Desa Leuwikaret, Citereup, Bogor. GTM merupakan program pertanian memanfaatkan lahan reklamasi tambang yang sudah berjalan selama 2 tahun. Cabai, pepaya, mentimun, kacang tanah, jagung, jahe adalah sebagian dari jenis tanaman pertanian yang dikerjakan 27 petani yang tergabung gi GTM. Selain untuk mengurangi penganggurang, progra, GTM ini juga untuk mengurangi penambangan ilegal.
  2. Mata Air Cikukulu, sebuah mata air di kawasan Indocement yang dikelola untuk kemudian disalurkan ke 2 desa yaitu Desa Leuwikaret dan Desa Lulut dengan 350 kepala keluarga untuk kebutuhan MCK. Setiap enam bulan sekali, Indocement melakukan uji kualitas air sehingga tetap terjaga dan aman untuk digunakan.
  3. Kebun Tegal Panjang dengan luas 12 hektar dan dikelola oleh 10 petani, 2 orang pengawas dan 8 petani kebun dari desa mitra Indocement. Salah satu hasil unggulan dari sini adalah Pohon Cinta. Iya betul namanya Pohon Cinta, yang sering digunakan untuk dekorasi acara pernikahan serta acara-acara lainnya. serta para pengusaha bunga papan/hias. Selain pohon Cinta, ada tanaman Andong yang sudah langka. Omset per bulan mencapai Rp 800.000 – 2.000.000. Pohon cinta dan Andong adalah tanaman sela. Tanaman pokoknya adalah jati tanjung, dan mahoni, dll yang termasuk tanaman energi & tanaman kayu dengan masa tanam lebih panjang tetapi menghasilkan lebih besar.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sebuah program CSR bukan sekedar pelaksanaan kewajiban perusahaan. Dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, secara tidak langsung perusahaan sedang menjaga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang. Keberlangsungan sebuah bisnis bukan semata-mata dari jumlah keuntungan finansial yang diperoleh, tetapi seberapa besar keberpihakan masyarakat sekitar terhadap keberadaan bisnis itu sendiri. Semakin banyak masyakarat yang mendapat manfaat atas bisnis tersebut maka semakin panjang umurnya. Karena pada akhirnya hasil dari bisnis tersebut masyarakat juga yang menyerapnya.


A mom with a beautiful daughter living in DKI Jakarta Indonesia, in GOD i trust. Inisiator and volunteer Akademi Berbagi, Social Media activist and I want to become a socialpreneur.

View Comments

Tinggalkan Balasan