Perjalanan
Posted By ainun

Tijili bikin males pergi


Suatu pagi di sebuah hotel di Bali, seorang teman lama mampir untuk bertemu melepas kangen sambil ngobrol hal-hal seru di masa lalu. Sampai kemudian aku menanyakan : kerja di mana sekarang? Dia pun menjawab : Tijili Hotel.

Nama yang aneh tapi menarik. Penasaran apa sih artinya Tijili? Dan hotel macam apa yang bernama Tijili itu. Gak berapa lama, beberapa teman posting di social media kalau mereka lagi nginep di Tijili Hotel. Pas liat foto-foto mereka, semua sudut instagramable!  Makin penasaran. Hingga suatu hari aku meniatkan harus nginep di Tijili kalau ke Bali.

Akhirnya kesampaian juga nginep di Tijili Hotel Seminyak dan jadi pengalaman seru. Apalagi perginya bareng teman-teman yang seru juga. Bali diguyur hujan rintik-rintik ketika kami mendarat di lobby hotel. Terasa sahdu dan makin pengin segera leyeh-leyeh. Suasana yang tenang dan hangat di tengah hiruk-pikuk kawasan Seminyak, menjadikan Tijili bagai sanctuary. Kalau pengin menyepi ke Bali tapi dekat dengan berbagai tempat seru dengan jalan kaki, Tijili hotel Seminyak bisa jadi pilihan.

Kamarku menghadap kolam renang, yang tidak terlalu besar tetapi cukup untuk berenang atau sekedar duduk-duduk sambil bengong. Tempat yang sangat pas buat “doing nothing” melepas segala penat dan keruwetan. Ada sofa-sofa dan dinding yang dikelilingi tanaman hijau merambat memanjakan mata dan bikin makin nyaman. Bakalan bisa lupa waktu kalau goler-goler di situ.

Bicara design, Tijili Seminyak salah satu hotel yang serius menggarapnya. Sangat memperhatikan detil interior selain arsitek bangunannya. Nomor kamar, kap lampu, lobby hingga lounge, semua dirancang dengan apik. Dua kata yang yang bisa menjelaskan tentang Tijili : modern dan unik. Buat anak jaman sekarang yang sangat perlu obyek visual untuk diposting di Instagram : Tijili sangat mengerti kebutuhan itu. Segala sudut bisa jadi tempat berpose.

Ada hal yang tidak bisa diabaikan untuk mengukur kenyamanan sebuah hotel, bagiku adalah kasur, bantal dan kamar mandi. Itu kebutuhan dasar banget kan? Aku langsung jatuh nyaman ketika badan nempel di kasur dan kepala nyungsep di bantal. Kamar tidak terlalu besar dan tidak terlampau kecil. Pas.

Dan hal kecil yang membuatku girang adalah melihat toiletnya : tempat sabun dan shamponya botol besar dengan pencetan. Selama ini sering merasa gengges sama botol-botol kecil yang susah banget dituang sabun dan samponya. Apalagi pas tangan licin kena air, makin susah deh dibuka. Makanya hepi banget  pas liat perlengkapan toilet di Tijili. Gampang dan gak repot. Sepele banget ya, tapi penting lo! Ohya tambahan satu lagi yang bikin anteng di kamar mandi, samping toilet ada papan panjang yang pas banget buat meletakkan HP. Siapa coba jaman sekarang yang ke toilet gak bawa HP? Sudah pasti kamar mandinya bersih dengan sentuhan modern. Terang dan minimalis. Pas dengan seleraku yang penakut hahaha. Kamar mandi terang itu penting sodara-sodara.

Sebagai seorang ibu, sudah pasti langsung inspeksi apakah hotelnya cocok buat liburan bareng anak. Seusai sarapan di Kakatua lounge yang cozy, aku menelusuri berbagai sudut hotel. Tijili Seminyak tidak terlalu besar, tidak ada rombongan bis-bis atau ratusan anggota piknik, sehingga relatif tenang. Jadi kalau bawa keluarga atau anak bisa lebih nyaman.  Gak ada tumpukan antrean di meja sarapan atau kolam renang yang basah kuyup penuh orang.

Berbagai spot menarik bisa ditemui. Mau tempat buat duduk-duduk sore sekedar memperhatikan jalanan atau untuk ngobrol bersama keluarga? Ada. Mau bikin foto keluarga kekinian nan seru? Bisa banget. Seperti yang aku bilang diawal, semua sudut hotel instagramable! Jadi gak usah kuatir kehabisan tempat buat narsis.

Cuaca bali  kemaren sangat bersahabat. Tidak panas, hanya kadang diselingi hujan rintik-rintik. Pas dengan hotel yang kami tempati, hangat dan hening. Memberi jeda diantara laju kesibukan, menikmati setiap menit kehidupan dengan tenang. Hingga waktu pulang tiba, berat rasanya meninggalkan tempat yang begitu nyaman. Kalau gak ingat tagihan, malas rasanya untuk pulang.

Belum juga sampai Jakarta, di bandara aku udah membuka agenda, memeriksa jadwal liburan sekolah. Gak sabar pengin mengulang kembali kenyamanan Tijili bareng anakku. Sambil berdoa ada rejeki buat piknik lagi. Ada amin sudara-saudara?

Note : Tijili adalah motif tradisional yang menggambarkan Dewi Sri sang dewi padi, yang merupakan simbol kemakmuran dan kesuburan. Tijili juga dikenal sebagai boneka Bali.

 


A mom with a beautiful daughter living in DKI Jakarta Indonesia, in GOD i trust. Inisiator and volunteer Akademi Berbagi, Social Media activist and I want to become a socialpreneur.

View Comments

Tinggalkan Balasan