Bapak Dulu, Bapak Sekarang

Bapak Dulu, Bapak Sekarang

 

“Seorang Bapak akan melakukan apa saja untuk anak perempuannya.”

Cerita tentang seorang ayah dengan anaknya, terutama perempuan selalu menyentuh hati. Kenapa? Kalau kalian lahir tahun 70an atau sebelumnya, sosok ayah sering kali digambarkan, tegas, pendiam, berwibawa dan tidak banyak campur tangan urusan anak. Ibulah yang sepenuhnya mengurus anak. Ayah tugasnya mencari nafkah. Kalau di rumah baca koran.

Begitu bunyinya buku pelajaran bahasa Indonesia kita dulu. Wajah ayah yang galak dan suka menghukum, menjadi gambaran umum dan biasa. Jangankan anak perempuan, anak laki pun tidak berani untuk mendekat.

 

Sosok Bapak Sejak Dulu

Budaya patriarki mengantarkan sosok ayah yang jauh dari anak. Bahkan banyak anak yang takut sama ayahnya. Kalau ada anak bergelayut manja dengan ayahnya akan nampak aneh dan dianggap merusak kewibawaan ayah. Bahkan kalau anak-anak berulah sering kali diancam dengan kalimat, “Aku bilangin Bapak lo!” Langsung nyali menciut.

Sekarang, zaman sudah berubah. Kualitas pendidikan serta terbukanya wawasan, perlahan mengubah pola hubungan bapak-anak. Bapak-bapak muda mulai mendekatkan diri dengan anaknya. Hal-hal yang tidak mungkin dia lakukan, bisa jadi dikerjakan ketika anaknya yang meminta. Bahkan ada ungkapan yang diyakini benar adanya.

cinta pertama anak perempuan adalah bapaknya, lelaki yang tidak mungkin menyakitinya.

Seorang ayah bisa jadi gahar di kantor. Tetapi ketika berhadapan dengan anaknya, lampaui batas kebiasaan, meleleh semuanya. Hal yang patut disyukuri, karena anak butuh figur hangat seorang bapak. Kedekatan ayah dan anak akan menumbuhkan jiwa yang berani dan tangguh. Ayahlah yang mengajarkan itu untuk anak-anaknya.

 

Ia Akan Melakukan Apa Saja untuk Anaknya

Demi anak, ayah akan melakukan apa saja. Mereka tidak ingin mengecewakan buah hatinya. Bagaimana pun juga, seorang ayah adalah manusia, yang bisa berhati lembut di balik kekar tubuhnya.

Mungkinkah seorang ayah yang galak di kantor latihan menari dengan baju tutu demi membahagiakan putrinya? Mungkin saja! Coba liat ini deh


Ini hanya sebagian cerita yang menyentuh tentang ayah. Di luar sana pasti banyak hal yang mengharukan dari seorang Bapak yang lampaui batas demi membahagiakan anaknya.

Ohya, pasti kalian juga punya cerita seru dengan ayah yang lampaui batas. Bagi dong! Tinggalkan ceritamu di kolom komentar ya…Siapkan tissue :)

4 Responses

  1. bangsari
    8 September 2016
    • ainun
      16 September 2016
  2. amriltg
    21 September 2016
    • ainun
      30 September 2016

Tinggalkan Balasan