Bapak Dulu, Bapak Sekarang

screen-shot-2016-09-08-at-7-20-38-am

“Seorang Bapak akan melakukan apa saja untuk anak perempuannya.”

Cerita tentang seorang ayah dengan anaknya, terutama perempuan selalu menyentuh hati. Kenapa? Kalau kalian lahir tahun 70an atau sebelumnya, sosok ayah seringkali digambarkan, tegas, pendiam, berwibawa dan tidak banyak campur tangan urusan anak. Ibulah yang sepenuhnya mengurus anak. Ayah tugasnya mencari nafkah. Kalau di rumah baca koran. Begitu bunyinya buku pelajaran bahasa Indonesia kita dulu. Wajah ayah yang galak dan suka menghukum, menjadi gambaran umum dan biasa. Jangankan anak perempuan, anak laki pun tidak berani untuk mendekat.

Budaya patriarki mengantarkan sosok ayah yang jauh dari anak. Bahkan banyak anak yang takut sama ayahnya. Kalau ada anak bergelayut manja dengan ayahnya akan nampak aneh dan dianggap merusak kewibawaan ayah. Bahkan kalau anak-anak berulah seringkali diancam dengan kalimat, “aku bilangin Bapak lo!” Langsung nyali menciut.

Sekarang, jaman sudah berubah. Kualitas pendidikan serta terbukanya wawasan, perlahan mengubah pola hubungan bapak-anak. Bapak-bapak muda mulai mendekatkan diri dengan anaknya. Hal-hal yang tidak mungkin dia lakukan, bisa jadi dikerjakan ketika anaknya yang meminta. Bahkan ada ungkapan yang diyakini benar adanya.

cinta pertama anak perempuan adalah Bapaknya, lelaki yang tidak mungkin menyakitinya.

Seorang Bapak bisa jadi gahar di kantor. Tetapi ketika berhadapan dengan anaknya, lampaui batas kebiasaan, meleleh semuanya. Hal yang patut disyukuri, karena anak butuh figur hangat seorang bapak. Kedekatan ayah dan anak akan menumbuhkan jiwa yang berani dan tangguh. Ayahlah yang mengajarkan itu untuk anak-anaknya.

Demi anak, ayah akan melakukan apa saja. Mereka tidak ingin mengecewakan buah hatinya. Bagaimana pun juga, seorang bapak adalah manusia, yang bisa berhati lembut dibalik kekar tubuhnya. Mungkinkah seorang Bapak yang galak di kantor latihan menari dengan baju tutu demi membahagiakan putrinya? Mungkin saja! Coba liat ini deh


 

Ini hanya sebagian cerita yang menyentuh tentang ayah. Di luar sana pasti banyak hal yang mengharukan dari seorang Bapak yang lampaui batas demi membahagiakan anaknya. Ohya, pasti kalian juga punya cerita seru dengan¬†ayah yang lampaui batas. Bagi dong! Tinggalkan ceritamu di kolom komentar ya…Siapkan tissue :)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

5 Replies to “Bapak Dulu, Bapak Sekarang”

  1. Pingback: bagi ceritamu dan raih kegembiraannya - Beri Kaki Pada Mimpi

Tinggalkan Balasan