Kerja Hebat itu Bernama Sky Ave 2016

Malam itu aku berdiri termangu di lapangan Aldiron Pancoran. Gelap gulita dan becek penuh lumpur. Masih tampak anak-anak dan orangtua lalu lalang. Beberapa berkelompok menundukkan kepala sambil berpegangan tangan. Yang lain saling berpelukan. Di pojokan, di belakang panggung, di pinggir Continue reading Kerja Hebat itu Bernama Sky Ave 2016

Kamu, Ambasador Kantormu (2)

Sudah bukan berita baru bahwa perusahaan, brand, dan lembaga pemerintahan berbondong-bondong memanfaatkan social media untuk menjadi kanal komunikasi ke publik. Baik untuk edukasi, promosi, dan sosialisasi. Kekuatan “massa” digital memiliki pengaruh signifikan. Bukan hanya urusan marketing produk atau jasa tetapi Continue reading Kamu, Ambasador Kantormu (2)

Kamu, Ambasador Kantormu (1)

Dalam sebuah training atau talkshow yang membahas social media, seringkali saya mendapat pertanyaan ini : Sebagai karyawan, perlukah saya mencantumkan kantor saya di bio social media yang saya miliki? Ada orang yang mencantumkan secara lengkap, atas kesadaran sendiri, karena bagaimana Continue reading Kamu, Ambasador Kantormu (1)

Happy 43

Baru saja aku melalui pertambahan umur. Sudah kepala 4 plus. Awalnya tidak merencanakan apa-apa, maunya berdiam diri di rumah saja. Berkontemplasi ceritanya. Tetapi tiba-tiba pengin makan sama beberapa teman dekat. Mengundang dadakan, dan ternyata pada mau menyempatkan waktu walau dadakan. Continue reading Happy 43

Mengatur Keuangan Pakai Tangan

Salah satu tugas penting orangtua adalah memberi nafkah anaknya untuk bisa hidup layak, mendapatkan pendidikan terbaik, dan memenuhi kebutuhannya. Sebagai orangtua tunggal, tugas tersebut melekat bersama dengan tugas merawat, mengasuh anak dan semua dilakukan sendirian. Tidak mudah memang. Bahkan seringkali Continue reading Mengatur Keuangan Pakai Tangan

Bapak Dulu, Bapak Sekarang

“Seorang Bapak akan melakukan apa saja untuk anak perempuannya.” Cerita tentang seorang ayah dengan anaknya, terutama perempuan selalu menyentuh hati. Kenapa? Kalau kalian lahir tahun 70an atau sebelumnya, sosok ayah seringkali digambarkan, tegas, pendiam, berwibawa dan tidak banyak campur tangan Continue reading Bapak Dulu, Bapak Sekarang

Pojok Shahnaz, dari perempuan untuk perempuan

  Kalau menyebut Shahnaz Haque, yang terlintas di pikiran pertamakali adalah, tertawanya yang membahana. Lepas. Setelah itu, bicaranya. Perempuan satu ini gak pernah┬ákehabisan bahan untuk bicara dan tertawa.┬áSampai saya pernah terpikir, jangan-jangan Shahnaz gak pernah susah. Tapi mana ada manusia Continue reading Pojok Shahnaz, dari perempuan untuk perempuan