Refleksi
Posted By ainun

Menunggu tidak seperti dulu


FB_IMG_1442107113539

Menunggu di jaman sekarang sudah mengalami perubahan signifikan. Kalau dulu menunggu identik dengan kebosanan, sekarang mungkin tidak. Bahkan dalam beberapa kasus, orang tidak sadar sudah menunggu lama. Apa yang terjadi sih?

Ucapkan terima kasih kepada teknologi terutama smart phone beserta sinyalnya. Sebagian besar orang, sekarang memiliki kesibukan luar biasa dengan gadget di tangan. Semua sibuk menunduk tanpa memperhatikan sekitar, asyik dengan benda yang lagi ngontrak di tangan. Hanya baterei sekarat atau sinyal ilang yang membuat orang mengangkat muka atau marah-marah menunggu terlalu lama.

Aku termasuk rombongan yang sibuk menunduk, terutama ketika dalam antrean atau naik mobil  yang lagi kena macet. Saking lebih sering menunduk, ketika melewati jalanan yang biasa dilalui,  aku suka terkaget-kaget melihat ada toko atau rumah makan baru. Sejak kapan mereka berdiri di situ?

Bahkan bukan hanya yang naik mobil saja yang sibuk dengan gadgetnya ketika menunggu lampu merah. Pengendara motor pun, seakan tidak mau menunggu sia-sia. Begitul lampu merah, mereka langsung merogoh sakunya mengambil gadget. Kemudian mulai sibuk, dari membaca chatting, ngecek social media sampai menelepon. Betapa waktu tidak boleh terlewatkan sedikit pun dengan hanya duduk manis menunggu lampu merah berubah menjadi hijau.

Dunia dalam genggaman, smart phone sudah mengubah banyak hal. Perilaku orang ketika menunggu, kesabaran yang meningkat atau lebih tepatnya gak sempat marah-marah lagi ketika menunggu lama hanya sebagian kecil perubahan akibat gadget. Jutaan informasi mengalir setiap detik dari seantero jagat raya. Kita gak pernah ketinggalan dengan berbagai kejadian di belahan dunia lain. Taylor Swift sakit flu pun kita bisa langsung tahu.

Menunggu tidak lagi membosankan. Ketika aku mengangkat kepala, ternyata di sekitarku justru luput dari perhatian.


A mom with a beautiful daughter living in DKI Jakarta Indonesia, in GOD i trust. Inisiator and volunteer Akademi Berbagi, Social Media activist and I want to become a socialpreneur.

View Comments

Tinggalkan Balasan