Akademi Berbagi
Posted By ainun

Shaum Sharing : Palembang


Palembang, kota keempat.

berangat dari stasiun Medan menuju Kuala Namu

berangat dari stasiun Medan menuju Kuala Namu

Dengan sisa tenaga yang ada, setelah sebelumnya 12 jam di kereta Medan – Labuhan Batu PP tanpa istirahat. Deg-degan di perjalanan karena jadwal yang mepet. Tiba di stasiun Medan (lagi) langsung lari-lari ke Railink, kereta menuju bandara Kuala Namu. Seperti kata Budhita, tiada hari tanpa lari-lari di bandara. Alhamdulillah, Tuhan Maha Baik, sejauh ini – walau deg-degan dan lari-lari- perjalanan selama #ShaumSharing dilancarkan. Akhirnya sukses check in tanpa telat, dan ternyata pesawatnya pun delay satu jam. Sempat tidur sebentar di bandara Kuala Namu yang lengang pagi itu. Dan agak kliyengan karena dibangunkan petugas dikira penumpang yang mereka cari.

Penerbangan Medan – Palembang kurang lebih satu jam setengah, dan sudah gak bisa tidur lagi. Kondisi badan mulai kacau balau, dan akhirnya menyerah minta satu agenda acara dibatalkan. Seharusnya di Palembang kegiatannya: talkshow di radio, shooting di Kompas TV, mengajar di kelas Akber Palembang dan meeting relawan. Karena muka kacau balau, shooting di TV yang akhirnya dibatalkan. Kepala dan mulut udah mulai gak sinkron. Untung selama talkshow radio ditemani Kepsek Akber Palembang Jhony dan pendirinya Ira Hairida. Lumayan lah ada yang batu ngomong. Seperti di kota lain, talkshow membahas Akber kota Palembang dan rencana kelas sore harinya.

Selama talkshow di radio Play FM

Selama talkshow di radio Play FM

Demi mengumpulkan tenaga, seusai talkshow menuju hotel untuk tidur barang sebentar. Tetapi dasar sudah umur, sampai di kasur malah susah tidur. Beberapa kali mencoba memejamkan mata tapi tidak berhasil. Ngomong-ngomong soal hotel, lokasinya gak jauh dari acara kelas Akber Palembang. Walaupun kecil, tapi menyenangkan dan murah. Menyediakan cafe kecil disamping hotel persis untuk sahur dengan harga yang sangat bersahabat untuk saya yang sedang melakukan perjalanan sosial. Ohya karena saya pakai kartu CIMB Niaga, bisa dapat diskon. Akhirnya bisa memejamkan mata walau sejenak. Cukuplah untuk bekal sharing.

lobby hotel

lobby hotel

kafenya yang mungil, tempat kami sahur

kafenya yang mungil, tempat kami sahur

Tepat jam 3 sore, saya pun bergegas menuju lokasi acara. Kali ini kelas Akber Palembang menggunakan ruangan kantor Telkomsel yang sekaligus berbaik hati menyediakan makanan buka puasa. Duduk lesehan di aula yang cukup besar, para peserta terus berdatangan hingga hingga ruangan hampir penuh. Tak kurang dari 100 murid hadir yang datang. Selama roadshow #ShaumSharing Palembang yang memiliki jumlah murid terbanyak. Latar belakang pesertanya pun beragam; ada mahasiswa, pekerja, ibu rumah tangga. Seneng kalau kelasnya rame, walaupun tenaga tinggal separuh.

foto bersama peserta

foto bersama peserta

teman-teman dari @turuntangan yang jadi peserta

teman-teman dari @turuntangan yang jadi peserta

Palembang, salah satu kota di luar Jawa yang bloggernya cukup aktif. Semua yang hadir menggunakan smartphone dan social media. Beberapa memiliki profesi di bidang digital dan social media. Jadi secara umum Palembang sudah fasih dengan komunikasi online, tinggal bagaimana mereka bisa lebih memanfaatkan bagi kemajuan diri dan kotanya. Selama sharing banyak pertanyaan yang dilontarkan peserta, sayang waktu sudah tidak memungkinkan lagi, keburu azan maghrib. Jadi kelas pun ditutup dengan buka bersama di lokasi acara.

Sharing di Palembang

Sharing di Palembang

Kegiatan selanjutnya adalah meeting dengan para relawan. Karena sudah lama pengin makan lenggang panggang, maka lokasi meeting dipindah ke warung pempek. Banyak relawan baru, dan baru bertemu malam itu. Beberapa ada relawan pindahan dari Semarang dan Bekasi. Palembang termasuk kota yang sejak awal sudah berdiri, dan saat ini sudah mengalami 3 kali pergantian kepsek. Secara aktivitas, kegiatan mereka relatif lancar. Saya pun senang mendengarnya. Karena kunci suksesnya kegiatan ada di semangat para relawan.

Lenggang panggang, pempek bakar dan sarikaya

Lenggang panggang, pempek bakar dan sarikaya

bersama relawan

bersama relawan

Untuk mengetahui detil kelasnya, bisa dibaca salah satu postingan relawan sekaligus guru Akber Palembang yang hadir malam itu : silakan dibaca di blog Meldut

Di Palembang sudah bisa bernafas lega, karena ini kota keempat. Tinggal satu kota lagi. Malam itu, usai meeting sempat jalan-jalan sebentar ke jembatan Ampera. Belum sah ke Palembang kalau belum foto-foto di sana.

Jembatan Ampera, simbol kalo berkunjung ke Palembang

Jembatan Ampera, simbol kalo berkunjung ke Palembang

Benteng Kuto Besak di malam hari

Benteng Kuto Besak di malam hari

Di Palembang, menginap satu malam dilanjutkan pagi hari menuju bandara untuk melanjutkan perjalanan menuju kota terakhir: Pekanbaru. Saya pun menaruh harapan besar pada kota Palembang, kegiatan Akber-nya bisa berkembang pesat dan bisa menyebar ke kota-kota sekitarnya. Amin.

Palembang: 26-27 Juni 2015

 


A mom with a beautiful daughter living in DKI Jakarta Indonesia, in GOD i trust. Inisiator and volunteer Akademi Berbagi, Social Media activist and I want to become a socialpreneur.

View Comments
There are currently no comments.

Tinggalkan Balasan