Cerita di balik orang kaya (sesungguhnya)

Slide6

Menjadi pengusaha bagi sebagaian besar masyarakat Indonesia bukan profesi impian. Saat ini jumlah pengusaha di Indonesia hanya 42 juta atau 0,43% . Idealnya, menurut Menteri Koperasi dan UKM adalah 2% dari total penduduk. Itu pun masih tertinggal dari negera tetangga, seperti Singapore 7%, Malaysia 5% dan Thailand 3%.

Menjadi pebisnis memang bukan hal yang mudah, tetapi barokahnya besar. Bagaimana tidak. Setiap pengusaha pasti punya karyawan yang mendapatkan nafkah dari situ, semakin besar usahanya maka semakin banyak yang bisa ditolong untuk mendapatkan penghasilan. Memang, menjadi pengusaha bukan sekedar punya modal uang tetapi juga butuh keuletan, kerja keras dan pantang menyerah.

Contoh pengusaha yang menurut saya sangat menginspirasi dan kebetulan pernah bertemu langsung adalah DR.Martha Tilaar pemilik perusahaan kosmetik besar Sari Ayu dan DR Tahir pemilik Group Mayapada. Sebagai orang yang kaya raya sikap dan perilakunya justru sangat membumi dan sederhana. Mereka bukan hanya menjalankan bisnis, tetapi memiliki concern yang sangat tinggi kepada sesama. Berbagai program dijalankan oleh perusahaan maupun secara pribadi untuk membantu orang lain secara berkesinambungan. Mereka juga tidak segan-segan untuk berbagi ilmu serta pengalaman, bagaimana membangun bisnis mulai dari nol dengan perjuangan yang gigih hingga akhirnya menjadi besar.

Bukan hanya mereka pastinya, masih banyak pengusaha lain yang layak untuk dikagumi. Salah satunya pengusaha muda yang lagi naik daun: Garibaldi Thohir atau biasa dipanggil Boy Thohir, salah satu pengusaha muda yang cukup sukses dan berhasil membawa bendera Adaro Energy sebagai salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia. Boy Thohir bukan semata-mata menjalankan bisnis, tetapi memiliki visi yang besar tentang Business Sustainability dan Environmental Sustainability.

Walk the Talk” begitulah Boy Thohir dikenal di lingkungannya. Pribadinya yang rendah hati dan memiliki perhatian yang besar terhadap komunitas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sekalipun tercatat di Majalah Forbes sebagai 50 orang terkaya di Indonesia. Dalam usia yang masih muda, prestasi yang dicatat sudah sangat banyak. Bukan hanya dalam bisnis di Adaro Group tetapi juga program untuk masyarakat dan lingkungan, seperti pengembangan masyakarat berbasis agama yaitu Tabalong Islamic Center serta program konservasi monyet Bekantan, program air bersih dan masih banyak lagi.

Kaya bukanlah ukuran sukses manusia sesungguhnya, tetapi seberapa besar memberi manfaat buat sesama dan lingkungan lah ukuran sukses sesungguhnya. Pengusaha di atas adalah contoh nyata sebuah kesuksesan, dan pastinya masih banyak lagi. Menurut kalian, siapa lagi pengusaha yang layak disebut “sukses yang sesungguhnya?” Silakan tinggalkan di comment dan ceritakan siapa mereka. Semakin banyak pengusaha menginspirasi semakin berguna bagi kita untuk belajar dan syukur-syukur bisa mengikuti jejaknya. Aku tunggu cerita kalian :)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

8 Balasan pada “Cerita di balik orang kaya (sesungguhnya)”

  1. Sempet alergi sama kata “pengusaha” dan “bisnis” setelah booming wirausaha di usia sangat muda, lulusan segar yang berbondong-bondong memilih berbisnis karena kemuliaan hasil gembar-gembor motivator. Entah kenapa, tetiba pekerjaan sebagai pegawai menjadi begitu hina dina di mata mereka… Apalagi ketika waktu yang dihabiskan karyawan seperti sia-sia dibanding rupiah yang didulang para pengusaha baru itu. Angka sepertinya diagung-agungkan, nggak peduli apa jenis usaha yang dilakoni.

    Padahal, melirik para pengusaha (yang nggak lagi) muda, perjuangan mereka menapak tangga kesuksesan bukan sulapan so-called-motivator. Nggak heran juga, ketika ada di kursi bernama kejayaan, kerendahan hati masih tercermin di balik tingginya saldo rekening mereka.

    Curhat dari pegawai yang pernah dimaki-maki followers sebuah akun bisnis =))

  2. sebenarnya gambaran pengusaha tdk harus menjulang tinggi dg record rekening yg banyak nol-nya….seorang pedagang sate padang dg jumlah 3 gerobak jg bisa disebut pengusaha. dg omzet sehari/gerobak 600tusuk sdh bisa menggaji 3 karyawan 1,5jt/bln. dg pendapatan bersih sekitar 4,5jt/bln….dia jg sdh harus menghadapi masalah SDM, kenaikan BBM, kenaikan harga daging-cabe-dll….harus berinovasi serta kreatif utk tetap eksis….

  3. Setuju dengan mas imanuel, bahwa gambaran pengusaha tidak harus menjulang tinggi, tapi suka dengan gambaran yang ditulis mbak ai, mereka ketika masuk forbes berarti bukan orang sembarangan dan pasti ada kerja keras di sana..

  4. assalamualikum
    saya baru tamat sekolah jurusan komputer …
    niat saya adalah pengen buka usaha percetakan atau minimal fotocopy lah …
    dan kira kira udah jalan saya akan buka cabang

    tapi orang tua saya menyarankan untuk menjadi pegawai kantoran karna saya seorang anak yang harus ikutin kata orang tau saya pun sekarang jadi seorang pegawai … :(

    gaji emang lumayan lah tapi kalo namanya gak di hati rasa nya hati ni berontak…
    buat kakak kakak dan abang yang udah pengalaman saya boleh minta saran nya ?
    terimakasih :D

    1. waalaikum salaam,
      kalo saran saya gak papa jadi pegawai kantoran dulu, selain mengumpulkan modal juga mencari pengalaman dulu. Membangun bisnis jika diawali sebagai pegawai akan lebih baik karena punya pengalaman bekerja dalam sistem untuk modal nanti membangun bisnis. Good luck ya!

Tinggalkan Balasan