Menemukan dan Kehilangan

Biasanya saya posting refleksi akhir tahun dan harapan awal tahun di setiap pergantian tahun. Tapi memasuki tahun 2015 ini tidak. Bisa jadi karena malas, di kampung hawanya pengin tidur melulu, atau karena koneksi internet yang kacrut. Kombinasilah. Refleksi dan resolusinya cukup di catatan pribadi saja :)

Hal yang menjadi perenungan di akhir tahun kemaren adalah peristiwa-peristiwa yang saya alami dan cukup membekas di hati. Tahun 2014 adalah tahun kehilangan teman, kalau kehilangan pacar sudah tahun lalu :) Dan tentang menemukan teman baru.

Kehilangan teman baik sama sakitnya seperti kehilangan pacar. Saya menangis berhari-hari, dada rasanya sesak dan perut mual seperti maag. Ya begitulah saya ketika kehilangan hal yang berarti. Apalagi konon semakin menua teman semakin berharga daripada pasangan.

Kehilangan teman bisa disebabkan banyak hal; karena saya yang menyaikiti, teman yang menyakiti atau karena pilihan yang berbeda.  Setiap manusia bertumbuh dan bisa berubah. Perjalanan kehidupan memberikan berbagai masukan pemikiran dan preferensi. Ini bukan soal salah benar, tetapi karena pilihan jalan yang ditempuh. Karena jalannya berbeda, pertemanan pun menjadi tidak nyambung, obrolan menjadi tidak asyik, beberapa kali kehabisan bahan sehingga effort untuk berteman pun berkurang. Dan bisa jadi selama perjalanan tersebut malah menemukan teman yang lebih asyik dan lebih nyambung.

Apapun kehilangan selalu menyisakan luka. Tetapi seperti sebuah hukum alam, setiap kehilangan bisa jadi kita menemukan. Begitu juga saya. Tahun 2014 menemukan teman baru yang kemudian menjadi teman baik, obrolan yang nyambung dan berbagai hal mengasyikan bisa dilakukan bersama. Pertemanan baru bisa ditemukan diberbagai tempat dan kejadian. Dan biasanya secara alamiah kita akan melakukan seleksi dan menemukan teman yang sesuai.

Kehilangan dan Menemukan. Sebuah hukum alam seperti halnya siang dan malam. Tidak ada yang perlu diratapi tetapi juga tidak perlu bersorak sorai. Semakin berumur, proses menemukan dan kehilangan menjadi proses yang biasa dijalani dan belajar untuk menerima. Tidak perlu berlebihan. Kalau sedih dinikmati rasa sakitnya, kalau senang yang dinikmati juga keriaannya. Toh pada akhirnya kita akan selalu kehilangan dan menemukan, apapun itu. Bukan hanya pertemanan tetapi banyak hal. Yang pasti hanya kematian dan itu pun sendirian.

Selamat mengarungi tahun 2015 kawan! Semoga banyak hal menggembirakan dan banyak karya yang bermanfaat untuk sesama :)

 

4 Responses

  1. rendra
    9 Januari 2015
  2. atiek
    9 Januari 2015
  3. Alex Guntoro
    10 Januari 2015
    • ainun
      14 Januari 2015

Tinggalkan Balasan