Raksasa Baru bernama Social Media

Raksasa Baru bernama Social Media

photo  http://www.tuaw.com/

photo http://www.tuaw.com/

Saya seringkali ditanya apa sebenarnya pekerjaan saya. Pertanyaan yang biasa saja tetapi sulit menjawabnya. Karena harus ada yang diubah dalam memandang sebuah wadah komunikasi. Dan mengubah cara pandang itu bukan hal mudah. Kalau kita bicara komunikasi di sini, ada: marketing, promosi, advertising, PR dll. Sekarang ada wadah komunikasi baru yang sangat besar bernama social media. Untuk memahami social media itu apa, baca tulisan saya di sini dan di sini.

Sebuah wadah baru ini lagi marak, gak cuma di Indonesia tetapi di dunia. Orang yang biasanya berkomunikasi dengan tatap muka, bertemu langsung atau menelpon pelan-pelan mulai bergeser. Dengan klak klik klak klik kita bisa terhubung dan mengetahui kabar terakhir teman dan saudara yang tidak pernah bertemu 10 tahun. Dari balas-balasan twitter dan ngobrol di facebook kita sudah bisa merasa akrab dan kenal baik. Sadar gak dengan perubahan itu? Kita bisa mengirim undangan pernikahan, menanyakan kabar, mengawasi suami di facebook atau twitter. Anak-anak kita ngobrol, diskusi mengerjakan PR, dan bergossip di ruang chatting bernama line dan whatsapp. Pergeseran tempat semakin nyata. Dan wadah baru itu bernama social media.

Wadah ini isinya bukan cuma obrolan kita dan saudara, tetapi dalam satu layar disaat kita nggosip ada yang lewat. Penjual baju, penjual makanan, tawaran pil diet, dagangan politisi hingga kabar dari negara nun jauh di seberang bisa terlihat di saat bersamaan kita ber ha ha hi hi dengan teman. Kita sadar atau tidak, semua itu bisnis dan peluangnya. Industri besar maupun kecil sudah barang tentu tidak mau melewatkan wadah baru ini. Bayangkan kita bisa menjual dagangan kita masuk ke seluruh penjuru dunia, gak ada lagi batasan geografis, sosial dan ekonomi. Siapa saja yang punya akun facebook atau twitter bisa menjadi target sasaran.

Sudah kebayang kah? Atau makin bingung? Semoga tidak. Nah sekarang balik ngomongin pekerjaan saya. Para pelaku industri sadar bahwa periuk baru bernama social media ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Para konsumen, stakeholder, kompetitor ada di dalamnya. Mereka berbondong-bondong ingin masuk juga. Cuma caranya gimana? Kalau ujug-ujug masuk langsung gelar dagangan bisa ditendang. Ada tombol unfollow, unfriend, dan block. Kita semua punya kuasa yang sama di social media. Harus dipikirkan cara masuknya supaya tidak mengganggu tetapi menarik perhatian. Ada berbagai jalan yang bisa ditempuh. Dan tugas para social media strategist yang memikirkan gimana masuknya, gimana ngomongnya dan mau ngomong sama siapa.

Begitulah kira-kira gambaran pekerjaan saya sebagai social media strategist. Bukan hanya memikirkan bagaimana “dagangan” klien bisa masuk dan disukai, tetapi juga bagaimana jika terjadi masalah dalam komunikasi. Social media yang terbuka dan semua orang bisa bersuara, maka berpotensi besar menimbulkan pergesekan. Para pelaku industri harus berhati-hati bagaimana menghindari gesekan supaya tidak merusak brand nya. Atau kalau terjadi pergesekan bagaimana menyelesaikan dengan segera sehingga tidak merusak lapak jualannya. Itu juga menjadi tugas si social media strategist.

Kalau bicara detil pekerjaan saya akan sangat panjang dan mungkin membosankan. Saya hanya ingin memberi gambaran bahwa social media strategist itu hanya satu bagian, masih ada bagian lain yang diperlukan untuk membantu industri masuk dan berinteraksi di social media. Ada community manager yang tugasnya menjaga para fans dan follower nyaman dan senang sehingga makin sayang sama brand, ada social media admin yang bertugas menjawab dan menuliskan pesan-pesan secara rutin di berbagai kanal, ada tim kreatif yang harus bikin konten supaya menarik dan kalian dengan senang hati membagi ke teman dan saudara, ada developer yang tugasnya membuat website, blog, aplikasi, games supaya konsumen makin betah. Dari semua pekerjaan itu harus ada bagian yang mengawasi dan membuat laporan semua kegiatannya sukses mencapai tujuan atau tidak. Bagaimana responnya, apa yang disukai dan tidak disukai konsumen, apa keluhan dan masukannya, semua harus dicatat dan didokumentasikan dalam laporan sehingga kita bisa melihat sejauh mana keberhasilan programnya. Bahkan laporan itu juga berguna jika ada masalah supaya cepat tertangani, dan merencanakan jalannya bisnis ke depan.

Banyak banget kan yang terlibat? Seringkali orang bilang promosi aja di social media murah, bikin akunnya aja gratis. Betul bahwa buka facebook dan twitternya gratis, tetapi yang mikir strateginya, yang bikin kontennya, yang membuat alatnya dan yang mengawasi serta menjaga lapak setiap hari harus dibayar kan? Dan masing-masing bidang tidak bisa dirangkap karena butuh keahlian spesifik. Belum lagi kita harus mengeluarkan biaya untuk pasang iklan atau biasa disebut e-banner. Iklan yang nongol di samping halaman facebook kalian. Atau pasang konten di tengah-tengah timeline twitter dan facebook ,yang ada tulisan sponsored, supaya dibaca semua target market kita juga harus bayar. Belum lagi, supaya obrolan bisa mengalir dengan enak dan bisa diterjadi komunikasi yang baik kita membutuhkan ambasador di online atau biasa disebut influencer atau buzzer.

Justru saya bisa bilang, industri social media ini padat karya. Tinggal bagaimana kita menggunakannya, sejauh mana kebutuhannya dan apa tujuannya yang menentukan sebesar apa tenaga yang dibutuhkan untuk mengelola social media perusahaan kita. Perlu pengetahuan yang cukup tentang social media untuk bisa melihat semua itu. Dan ini berarti perlu orang-orang yang paham social media di semua departemen yang terkait dengan komunikasi seperti: marketing, PR, dan HRD.

Semoga cukup jelas untuk dipahami. Dan bersiap-siaplah dengan lowongan pekerjaan di social media yang bakal banyak dan terus berkembang. Karena anak-anak generasi sekarang, lahir ceprot pegangannya gejet itu artinya mereka akan akrab dan fasih berkomunikasi di social media daripada bersosialisasi langsung. Mereka akan mencari teman, mencari informasi, belajar dan berinteraksi di situ. Maka wahai para industri, bersiap-siaplah menghadapi target market anda dalam layar sebesar genggaman.

Selamat pagi!

6 Responses

  1. lindaleenk
    2 Oktober 2014
  2. Abang Edwin SA
    2 Oktober 2014
  3. Wahyu Asyari Muntoha
    2 Oktober 2014
  4. liamarta
    2 Oktober 2014
  5. Sriyono Suke
    5 Oktober 2014
  6. vivi
    11 Februari 2015

Tinggalkan Balasan