Apa Artinya Merdeka?

foto: http://www.img.web.id/

foto: http://www.img.web.id/

Kalau dulu ketika masih duduk di bangku sekolah,saya selalu diajarkan bagaimana beratnya bagsa ini berjuang melawan penjajahan untuk mendapatkan kemerdekaan.Betapa mahal harga yang harus dibayar, bukan hanya harta, sumber daya alam tetapi juga nyawa. Tugas saya dan semua warga negara adalah mengisi kemerdekaan tersebut.Bagaimana mengisinya? Masing-masing mempunyai persepsi dan pilihan untuk mengisi kemerdekaan.

Pertanyaan yang kemudian muncul, benarkah kita telah sepenuhnya merdeka, bebas dari penjajahan?Apakah penjajahan bentuknya hanya kolonialisme pendudukan suatu daerah?

Jaman sudah berubah, kemerdekaan pun mengalami beragam makna. Kalau saat ini memang sudah tidak relevan ngomongin penjajahan dalam arti pendudukan suatu bangsa oleh bangsa lain. Karena penjajahan bisa juga berarti penguasaan ekonomi,budaya dan lain-lain sehingga kita tidak punya kebebasan untuk memutuskan.Penguasaan ekonomi adalah satu kunci kemerdekaan di masa sekarang. Menjadi bangsa yang mandiri, mampu mengelola sumber daya alam yang dimiliki untuk kesejahteraan rakyatnya adalah hakekat kemerdekaan di jaman perdagangan bebas.

Kalau kemerdekaan adalah yang disebutkan di atas, maka kita masih harus terus berjuang. Saat ini banyak sumber daya alam yang belum dikelola sendiri, kebutuhan hasil tambang dalam negeri masih tergantung ekspor dari luar padahal sumbernya kita yang punya. Akan sampai kapan kita terus begini, tidak punya kedaulatan atas sumber daya alam? Kita harus merdeka dalam arti yang sesungguhnya, punya kedaulatan baik secara ekonomi, politik maupun sosial.

Hal yang pertama bisa dilakukan adalah, kedaulatan atas sumber daya alam yang kita miliki. Proses pengolahan sumber daya mineral dan batubara yang selama ini selalu dilakukan di luar, harus mulai dilakukan di sini. Siapa pun perusahaan yang melakukan pengolahan harus mematuhi aturan yang ada, memenuhi segala kewajibannya dan menghargai negeri tempat mereka bekerja.

Jaman sudah tidak memiliki batas yang jelas, semua orang bisa terkoneksi. Hasil karya suatu bangsa lah yang akan menjadi penanda. Selama ini Indonesia selalu dianggap pasar yang besar untuk produk apapun. Dan menjadi pasar yang besar seolah-olah membanggakan. Padahal bisa jadi menjebak karena itu berarti kita hanya menjadi konsumen tanpa bisa melakukan proses produksi. Tidak salah dengan menjadi bangsa dengan potensi pasar terbesar, tetapi jangan lupa juga untuk terus melakukan proses produksi sehingga kita benar-benar bisa menjadi bangsa yang berdaya.

Dengan ditetapkan UU Mineral dan Batubara (UU Minerba), membuka kesempatan untuk bisa melakukan proses produksi atas sumber daya alamnya. Banyak hal harus dibenahi, tetapi dengan keyakinan bahwa kita mampu melakukan, tak lupa juga untuk membenahi segala infrastruktur dan tenaga kerja maka kita akan mampu bersaing di pasar global. Banyak kesempatan akan terbuka dengan adanya proses produksi pertambangan di dalam negeri, seperti: membuka lapangan pekerjaan,memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga tidak perlu impor dan memberikan nilai lebih atas sumber daya yang kita miliki.

UUD 1945 sudah mengamanatkan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Penetapan UU Minerba adalah implementasi atas UUD 1945 untuk memajukan perekonomian bangsa. Gak perlu berkecil hati untuk bersaing dengan bangsa lain karena kita memiliki kemampuan. Memang ada beberapa pembenahan di sana-sini, tetapi kalau tidak di mulai sekarang, kapan lagi kita bisa menjadi bangsa yang benar-benar merdeka bukan jargon semata.

 

2 Responses

  1. kholid
    22 September 2014
  2. Fahmi
    23 September 2014

Tinggalkan Balasan