Akademi Berbagi
Posted By ainun

Tamu Istimewa di Salatiga


di Kayu Arum dengan tim lengkap

di Kayu Arum dengan tim lengkap

Suatu hari saya dikontak Bang Handry Satriago CEO General Electric Indonesia, dan mengutarakan niatnya untuk datang secara khusus ke Salatiga. Saya cukup kaget, kenapa ke Salatiga? Ternyata sejak ada dua anak muda lulusan SMK dari Salatiga yang memenangkan kompetisi design alat penyangga mesin pesawat dari GE Global mengalah para doktor dari berbagai negara membuat Bang Handry punya “feeling” Salatiga menyimpan potensi besar.

Tanpa berpikir panjang, saya langsung mengiyakan untuk mengurus kehadiran beliau di kampung halaman saya. Tentu gak boleh disia-siakan dong kesempatan langka ini, apalagi Bang Handry juga mengajak Ndorokakung dan Motulz untuk ikut serta ke Salatiga. Pasti banyak hal bisa dibagi untuk Salatiga.

Sebelum ke Salatiga, saya menjemput Pak Handry yang sedang ada acara di Semarang sekaligus menjemput Ndorokakung, Motulz dan Teddy salah satu teman saya yang juga penasaran seperti apa Salatiga. Selesai acara di Semarang, kami tidak langsung ke Salatiga tetapi menyempatkan jalan-jalan di kota lama dan Gereja Blendug.

Jalan-jalan di Kota Lama - Semarang

Jalan-jalan di Kota Lama – Semarang

Usai berjalan-jalan di kota lama, rombongan langsung menuju ke Salatiga. Sampai di jembatan Kali Tuntang mendadak saya kepikiran untuk mengajak mereka mampir dan melihat stasiun Tuntang, sebuah bangunan bersejarah dan sedikit banyak ada hubungannya dengan GE sebagai pemroduksi kereta api. Sempat dilarang mengambil foto oleh Pak Mariono petugas jaga di situ, tetapi diperkenankan untuk mengambil foto menggunakan HP. Lumayan lah tetap bisa foto-foto. Cuaca yang mendukung, angin sepoi-sepoi dan stasiun di pinggir kali cocok untuk tempat nongkrong sore.

 

Foto nyomot dari Kak Motulz http://geospotter.org/573/stasiun-kereta-tuntang-tempat-penyair-perancis-menyusup-ke-jawa-tengah

Foto nyomot dari Kak Motulz http://geospotter.org/573/stasiun-kereta-tuntang-tempat-penyair-perancis-menyusup-ke-jawa-tengah

Akhirnya sampai juga di Salatiga, dan rombongan menginap di Kayu Arum Resort & Spa. Sengaja saya dan teman-teman Akber Salatiga memilihkan tempat ini karena suasananya sangat tenang, dan menyatu dengan alam Salatiga. Kami berharap mereka benar-benar menikmati suasana Salatiga dengan nyaman.

Sarapan pagi di bawah rindangnya pohon di Kayu Arum

Sarapan pagi di bawah rindangnya pohon di Kayu Arum

Perjalanan CEO GE dan rombongan ke Salatiga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Hari itu Senin 19 Mei, dimulai dengan sharing di UKSW, Bang Handry, Ndorokakung dan Motulz berbagi ilmu di depan mahasiswa. Mereka bukan hanya mengajar tentang Inovation & Leadership tetapi juga berbagi pengalaman sesuai bidang masing-masing.

 

3 jagoan satu meja

3 jagoan satu meja

Usai dari UKSW, rombongan dipecah. Motulz dan saya mendapat tugas untuk sharing di sekolah saya dulu SMAN 1 Salatiga. Membawakan materi tentang “Kreatif itu milik semua orang” diharapkan adik-adik SMAN 1 Salatiga bisa lebih mengasah kreativitasnya dengan maksimal tanpa rasa takut atau malu karena merasa tidak kreatif. Di era digital ini, kreativitas sangat diperlukan. Bahkan orang-orang yang sukses adalah orang-orang kreatif yang bisa melakukan inovasi. Semoga bekal yang diberikan Motulz bisa menggugah mereka untuk melahirkan karya hebat. Setelah lebih dari 20 tahun meninggalkan sekolah ini, ada rasa haru bisa datang kembali.

Kak Motulz bercerita di SMAN 1 Salatiga

Kak Motulz bercerita di SMAN 1 Salatiga

Sesudah sharing di dua tempat, pastinya kita lapar dong yaa.. Bang Handry, Ndorokakung serta rombongan sudah makan di Joglo Rini, salah satu tempat makan di Salatiga yang memberikan suasana pinggir sawah serta makanan khas Jawa Tengah. Saya, Motulz dan Teddy karena tadi berpisah rombongan kami makan yang cepet dan enak yaitu bakso dan sate sapi Suruh. Yummmy!

Akber Salatiga sebagai tuan rumah sekaligus panitia penyelenggara acara pastinya tidak mau ketinggalan untuk menyelenggarakan kelas istimewa. Semua pembicara berkumpul jadi satu: Bang Handry, Ndorokakung, Motulz dan saya. Kami berdiskusi tentang inovasi, kreativitas, dan social movement. Tak lupa hadir juga Ari & Arfian dua pemuda pemenang lomba GE Global yang menggugah hati Bang Handry untuk datang ke Salatiga. Kelas Akber Salatiga kali ini seru banget ada 4 narasumber dan 2 pemuda pembicara tamu yang memberikan banyak masukan dan pengalaman sehingga saya sebagai orang Salatiga menjadi sangat bangga dan berharap semakin banyak potensi yang bisa diangkat. Para peserta kelas bukan hanya dari Salatiga tetapi juga dihadiri relawan dari Solo, Jogja, Semarang dan Malang. Berkumpul dengan Akber selalu menyenangkan.

foto bersama usai kelas

foto bersama usai kelas

Kalau sudah sampai di Salatiga gak menikmati kota dan sekitarnya itu adalah kerugian besar. Mba Mulyajati anak pemilik Kayu Arum Resort & Spa menawarkan untuk berpetualang di Rawa Pening menunggu matahari terbit. Langsung kami dengan semangat menyambutnya. Jam 4 pagi kami dibantu Mas Indra salah satu fotografer lokal menuju lokasi. Dengan menyewa 2 perahu kami terapung-apung menyusuri Rawa Pening sambil menikmati matahari terbit. Saya yang orang Salatiga asli aja belum tahu ada tempat-tempat indah di tengah Rawa Pening. Pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan!

menjaring matahari

menjaring matahari

 

Pokoknya ini bener-bener kesempatan langka buat teman-teman di Salatiga bisa bertemu orang-orang hebat,dan saya berharap usai kegiatan ini ada sesuatu yang bisa dihasilkan lagi oleh pemuda Salatiga yang membanggakan.  Untuk para tamu Salatiga semoga ini jadi kunjungan yang berkesan dan menyenangkan. Seperti kami yang selalu merasa damai dan senang tinggal di kampung halaman.

Terimakasih semua!

 


A mom with a beautiful daughter living in DKI Jakarta Indonesia, in GOD i trust. Inisiator and volunteer Akademi Berbagi, Social Media activist and I want to become a socialpreneur.

View Comments

Tinggalkan Balasan