Menjadi manusia sukses

Manusia paling sukses adalah mereka yang hadirnya di bumi memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk sesama

Dr. Tahir. gambar diambil dari www.scmp.com

Dr. Tahir. gambar diambil dari www.scmp.com

Beberapa hari ini membaca berita tentang Tahir Foundation yang dipercaya untuk bekerjasama dengan Bill & Melinda Gates Foundatioan, membuat saya penasaran siapakah orang yang ada dibalik yayasan itu. DR. Tahir pendiri Tahir Foundation adalah orang terkaya ke-12 di Indonesia. Dengan group Mayapada beliau mengembangkan berbagai lini bisnis diantaranya : media cetak, TV berbayar, dealer mobil, garmen, perbankan, kesehatan hingga bank. Kesuksesan di bisnis tidak lantas membuatnya berhenti mewujudkan cita-cita lamanya yang kandas. Apakah gerangan cita-cita DR Tahir?

Lahir sebagai anak pembuat becak di Surabaya 61 tahun lalu, Tahir kecil bercita-cita untuk menjadi dokter. Ayahnya tinggal di kampung orang-orang tidak mampu dengan usaha sebagai pembuat becak dibantu ibunya yang bertugas mengecat becak membuat Tahir menjadi pribadi yang tangguh. Ketika Tahir lulus SMA, ayahnya sakit keras, sehingga mengkandaskan cita-citanya dan harus turun meneruskan usaha ayahnya. Tetapi dia tidak pernah menyerah.

Kegigihannya membawa keberhasilan mendapatkan beasiswa untuk sekolah di Nahyang University Singapore kemudian melanjutkan program master di Golden Gates University Amerika Serikat. Selama studi di Singapore, Tahir bukan sekedar belajar, tetapi mulai berbisnis dengan mengirimkan barang-barang dari Singapore untuk dijual di Surabaya. Dari bisnis kecilnya di Singapore inilah, kemudian beliau mempunyai relasi yang cukup besar dan paham seluk beluk dunia usaha. Kemudian makin berkembang dan menjadi besar hingga sekarang.

Di balik semua limpahan rezeki yang diperolehnya, Tahir meyakini bahwa bisnis dan kesuksesan adalah sarana untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Maka selain berbisnis, Tahir juga gemar berderma. Selain mendirikan rumah sakit sebagai perwujudan cita-citanya yang kandas, juga karena kepeduliannya akan kesehatan masyarakat. Melalui rumah sakit ini, Tahir memudahkan akses pelayanan kesehatan bagi warga tidak mampu. Bahkan pada peresmian rumah sakit-nya saat itu, Tahir memberikan pengobatan jantung gratis untuk penderita penyakit jantung yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Dalam mengerjakan kegiatan sosialnya, Tahir tidak mau setengah-setengah. Berderma pun perlu strategi. Salah satunya adalah Tahir Foundation merangkul Gates. Bill & Melinda Gates Foundation yang mempunyai skema matching fund, artinya setiap donasi yang dikeluarkan oleh mitra akan dilipatgandakan dua kali lipat. Donasi 75 juta dolar AS itu akhirnya beranak menjadi 150 juta dolar AS, dan dikembalikan ke Indonesia sebagai salah satu negara penerima donasi. Sesuai kebijakan The Global Fund, sebuah negara hanya berhak menerima donasi apabila ada seorang warga negara tersebut yang menjadi donatur ke The Global Fund. Dan Tahir menjadi orang pertama serta satu-satunya yang menjadi donatur ke lembaga ini.

“Ini merupakan contoh aksi filantropi paling fenomenal baik bagi Indonesia maupun regional,” ujar Bill Gates kala itu di Abu Dhabi. Menurut Gates, Indonesia dianggap telah berhasil meningkatkan angka kesehatan warga negaranya, walaupun masih banyak juga permasalahan yang harus diselesaikan.

Pembelajaran penting dari perjalanan Dr. Tahir adalah kegigihan untuk melawan kemiskinan dan keyakinan akan arti sukses. Bagaimana beliau bisa melompat dari kungkungan masa lalu, menjadi orang yang sangat berhasil menjadi penyemangat bagi kita semua, selama ada kemauan pasti ada jalan. Dan materi bukan ukuran kesuksesan manusia sesungguhnya, tetapi seberapa besar kontribusi kita kepada masyarakat. Dan Dr. Tahir melakukan itu semua.

2 Responses

  1. arisprasetya
    17 Januari 2014
    • ainun
      17 Januari 2014

Tinggalkan Balasan