Motivasi, siapa yang punya?

Untuk apa jauh-jauh belajar dari motivator yang kita gak kenal, dan bayar pulak. Cerita hidup teman-teman kita bisa jadi motivasi dan kita paham betul bagaimana jatuh bangunnya mereka. Buatku teman-teman kita itu motivator

pernyataan teman SMA-ku

Siang itu saya berkunjung di kafe seorang teman SMA yang baru dibuka di kampung halamanku. Selain mau melihat, mencoba menu serta nongkrong yang terpenting adalah bisa bertemu teman lama. Sambil menikmati kopi dan camilan obrolan pun mengalir dari cerita nostalgia SMA hingga kabar teman-teman. Ada yang sukses, ada yang jatuh dan adapula yang jatuh bangun jatuh dan bangun lagi. Obrolan yang membuat saya banyak merenung dan berkaca. Roda kehidupan berputar, dan selalu ada jatuh bangun dalam setiap perjalanan.

Cerita Satu

Si A ketika SMA bandel banget. Suka bolos, gangguin cewe-cewe dan punya geng yang cukup disebelin. Dalam pikiran saya ntar gede itu anak jadi apa ya? Orang tuanya mungkin capek juga karena seringnya mendapat laporan kenakalan anaknya.

Hingga pertemuan siang itu. Perawakan masih ajeg, tetapi omongannya sungguh dasyat. Dia bertutur tentang kehidupannya yang jatuh bangun, dan bagaimana dia belajar menerima kenyataan orang tuanya kehabisan dana untuk membayar kuliahnya sehingga akhirnya lulus SMA langsung bekerja. Perkataannya adem dan legawa menjalani hidup. “Yang penting dalam hidup itu kita bisa belajar dari kejatuhan kita dan ikhlas menerimanya. Sehingga hidup kita bisa lebih baik lagi.”

Dengan senyumannya, setiap pagi dia bekerja naik motor, dan selalu menebarkan hal positif di sekitarnya. Pembawaannya tenang dan tidak ada sedikit pun rasa minder atau malu dengan kondisinya yang biasa saja. Kenakalannya yang selalu menjadi cerita baginya sebuah catatan hidup yang terus digunakan untuk berkaca. “Aku bersyukur dengan hidupku saat ini. Gak berlebih tapi cukup lah untuk hidup” Seorang yang sederhana dengan hati yang besar.

Cerita dua

Si B dalam sebuah pertemuan beberapa tahun lalu memberikan kartu nama ” Direktur PT Anu” hingga pertemuan siang itu saya mendapat cerita bahwa si B baru saja melunasi hutang-hutangnya yang jumlahnya ratusan juta dan telah meneror hidupnya selama 3 tahun lebih. Ceritanya setelah jadi Direktur kehidupannya sangat mapan sehingga istrinya pun memutuskan keluar kerja dan mengurus anak-anaknya. Hingga suatu kali ada kejadian di kantornya tentang “office politik” yang membuat dia mengajukan pengunduran diri. Padahal masih ada cicilan rumah dan kendaraan serta istri nya pun menganggur. Setelah mencoba hidup dari pinjam sana pinjam sini dan memulai bisnis berkali-kali gagal, akhirnya dia berjualan lotek di halaman rumah untuk bertahan hidup. Lotek itu sejenis pecel, tetapi pembuatan sambelnya langsung dibuat pada saat orang membeli. Bayangkan seorang Direktur mau berjualan lotek dan melayani sendiri semua pembelinya tanpa malu. “Demi bertahan hidup kenapa saya harus malu? Kan saya gak nyolong atau melakukan kriminal.” Dan selama dia menganggur serta berjualan lotek semua HP dia matikan karena tidak mau lagi terhubung dengan urusan pekerjaan. Hingga dua tahun setelah dia berhenti dari posisi Direktur, baru kemudian HP dinyalakan kembali. Ternyata ada SMS dari salah satu mantan klien perusahaannya dulu meminta orderan sampel produk. Antara kaget dan takjub, dia berujar : “Setelah saya menghilang dua tahun lebih masih ada aja yang percaya sama saya.”

Dia pun gak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, dan mencoba memenuhi order dengan membuat sendiri. Akhirnya sekarang dia menjadi supplier tetap sang klien dan eksport dalam jumlah besar setiap tahunnya. “Aku hari ini pulang kampung dengan lega, hutang-hutangku akhirnya lunas semua minggu lalu.”

Cerita tiga

Adalah seorang teman SMA si C yang nakal dan prestasinya gak bagus, kalau gak enak mau ngomong jelek. Bahkan pernah tinggal kelas segala. Dulu dia masuk sekolah kami karena ayahnya yang bekerja jadi tukang bersih-bersih di sekolah. Hingga suatu hari ketika kami beterbangan untuk melanjutkan sekolah dan kemudian bekerja, salah satu teman kami melihat si C sedang menarik gerobak sampah dini hari. Ketika dia disapa dengan ringan si C menjawab dan berbagi cerita. Tidak ada rasa malu, dan wajahnya selalu ceria. Teman yang bertemu dan menyaksikan merasa trenyuh tetapi si C tidak mau dikasihani.

Suatu hari dapat kabar si C bukan bengkel vespa di depan rumahnya. Hobinya ngotak-ngatik vespa sejak SMA ternyata membuahkan hasil dia dipercaya sama teman-teman dari komunitas vespa sehingga bisa membuat bengkel secara mandiri. Kalau kita datang ke bengkelnya dan menyapa kemungkinan besar dia akan lupa. Ingatan yang pendek dan mungkin kepahitan hidup yang panjang membuatnya mudah lupa. Tetapi dia tetap akan ramah dan bersedia berbagi cerita perjalanan hidupnya. Dengan banyak tawa dan tanpa rasa malu.

Cerita Empat

Ketika masih SMA si D terkenal sebagai anak orang kaya yang ramah. Mempunyai pacar yang juga kaya dan menarik. kalau di sekolah mereka dianggap pasangan ideal dan bikin iri sejagad sekolahan. Kemana-mana naik mobil, padahal jaman itu mobil di kampungku masih termasuk barang langka. Wajah keduanya pun rupawan melengkapi hidup yang sempurna. Hingga siang itu sebuah cerita mengalir. Mereka bercerai, dan salah satunya dipenjara karena tergulung kasus korupsi. Hartanya habis, rumah terjual mobil tidak bersisa. Bahkan harta keluarga besar nya pun ikut habis sehingga orangtua nya pun mengalami kejatuhan finasial yang cukup parah. Kasus demi kasus membelit mereka, dari urusan pekerjaan, pertemanan hingga finansial. Siapa yang percaya apa yang terjadi pada mereka sekarang. Padahal dulu saya membayangkan mereka akan menjadi tokoh dan orang sukses di kampung kami yang layak menjadi panutan. Perjalanan hidup yang dramatis.

Masih banyak cerita-cerita dari sekitar kita yang bisa jadi pelajaran. Lalu masih kah kita perlu motivator?

Karena sesungguhnya motivator terhebat adalah diri sendiri.

Senja menjelang di kaki gunung Merbabu. Perjalanan hidup yang tidak pernah diduga, dan saya yang selalu iri dengan kehidupan teman saya hari itu ditampar hebat hingga terdiam” – Oleh-oleh mudik Lebaran

2

21 Responses

  1. tikabanget
    26 Agustus 2013
    • ainun
      26 Agustus 2013
  2. Dimas Novriandi
    26 Agustus 2013
    • ainun
      26 Agustus 2013
  3. didut
    26 Agustus 2013
    • ainun
      26 Agustus 2013
  4. Milliyya
    26 Agustus 2013
    • ainun
      26 Agustus 2013
  5. mamski
    26 Agustus 2013
    • ainun
      26 Agustus 2013
  6. Billy Koesoemadinata
    26 Agustus 2013
    • ainun
      26 Agustus 2013
  7. oelpha
    26 Agustus 2013
    • ainun
      26 Agustus 2013
  8. cK
    26 Agustus 2013
    • ainun
      26 Agustus 2013
  9. Nena
    26 Agustus 2013
  10. Aan Rahtama
    31 Agustus 2013
  11. Ivan Prakasa
    11 September 2013
  12. dian krisandi
    9 Februari 2015
    • ainun
      9 Februari 2015

Tinggalkan Balasan