Belajar tentang PR Online dan Social Media dari Econsultancy

Kurang lebih sebulan yang lalu, saya berkesempatan mengikuti training PR Online dan Social Media yang diselenggarakan Econsultancy, sebuah lembaga training dan riset social media yang berpusat di UK. Untuk Indonesia lembaga yang menyelenggarakan adalah Internet Marketing Institute of Indonesia (IMII).

Workshop dua hari diisi oleh pengajar baik dari Econsultancy Asia Pasifik  maupun dari Indonesia, sehingga pelajaran yang saya peroleh cukup lengkap, baik  studi kasus worldwide maupun lokal. Materinya sangat banyak, dan menurut saya cukup padat untuk dua hari. Jadi ada beberapa materi yang dibahas lebih cepat dan kurang mendalam.

Yang menarik dari workshop ini adalah insight yang diperoleh dari hasil riset yang telah dilakukan Econsultancy selama ini. Tentang bagaimana alogaritma Facebook serta behaviour orang di berbagai social media tools. Tools yang dibahas cukup lengkap dari Facebook, twitter, Youtube, Google+, Linkedin dan Pinterest. Berdasarkan pengalaman saya menjalankan campaign online, ada beberapa perbedaanperilaku yang cukup signifikan antara Indonesia dengan negara-negara lain termasuk Asia Pasifik. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi perilaku industri digital di Indonesia.

Social media bukan hanya campaign Bisnis  to customer, tetapi bisa digunakan untuk berbagai macam target market. Hari itu kami pelajari mengenai berbagai hal, diantaranya :

1. Social media secara umum

2. Studi kasus di social media secara umum

3. Pembahasan masing-masing social media tools, bagaimana behaviour penggunanya serta aplikasinya untuk bisnis

4. Social media B2B

5. Social Media for small business

6. Social Media Measurement

7. PR Impications

Di workshop tersebut, kami juga melakukan simulasi membuat campaign di online dengan berbagai studi kasus. Jadi bukan melulu teori atau mendengarkan pembicara tetapi juga mempraktekannya.

Hari itu pesertanya cukup beragam, dari airlines, perbankan, lembaga keuangan, digital agency, lembaga pemerntahan maupun perorangan. Jadi kami bisa saling belajar tentang permasalahan yang dihadapi masing-masing sektor. Dunia online memang unik, jangankan beda sekor, satu bidang bisnis pun bisa sangat berbeda strategi dan perlakuannya untuk target market, apalagi beda sektor. Karena kampanye di online lebih memerlukan pendekatan personal. Kampanye secara massal kemungkinan tidak akan berlaku lagi di online. Dengan berjuta-juta informasi yang diposting setiap detinya di online, bagaimana kita dapat meraih perhatian publik onliners merupakan tantangan yang tidak mudah.

Keunikan dan kreativitas sangat diuji di sini. Durasi yang pendek, strategi yang cepet basi membuat para pelaku indisutri digital harus sangat kreatif dan melepaskan pakem-pakem lamanya dalam membuat strategi kampanye.

Saya cukup puas dan mendapatkan banyak ilmu di workshop tersebut. Apalagi peserta workshop juga dapat download report hasil riset dari Econsultancy secara rutin, sehingga kita bisa mendapatkan banyak bahan dari berbagai negara untuk menyusun strategi kampanye yang sesuai untuk Indonesia. Hal lain yang saya peroleh adalah, kami juga belajar dari kasus-kasus lokal di Indonesia sehingga memperlengkap pemahaman kami di social media dan PR online.

Materi workshop dari IMII sendiri ada berbagai topik, dan masing-masing topik akan diberikan secara mendalam dan spesifik sesuai kebutuhan. Seringkali training atau workshop social media hanya memberikan kisah sukses sebuah kampanye tanpa mempelajari apa dan bagaimana itu terjadi, di workshop IMII ini kami juga belajar secara mendalam tentang bagaimana sebuah kampanye bisa sukses, kenapa kampanye yang lain gagal. Kami juga belajar  tentang alogaritma social media yang ternyata memberi pengaruh signifikan kepada laris tidaknya sebuah content. Padahal konon hukumnya di social media : “Content is a King”.

Untuk mengetahui jadwal dan materi trainingnya bisa cek di imii.co.id  Kita juga bisa berlangganan report  hasil riset studi kasus campaign di online dari berbagai negara yang telah dilakukan oleh Econsultancy UK selama beberapa tahun ini.

“Social media membuat kita – tidak bisa tidak –  untuk terus belajar, karena akan selalu ada perubahan dalam waktu yang singkat.

 

 

3 Responses

  1. jensen99
    22 Juni 2013
  2. indriananda
    25 Juni 2013
  3. Belajar Social Media
    1 November 2013

Tinggalkan Balasan