Membaca Newsplatter

Ini bukunya Om @newsplatter

Aku paling suka membeli dan membaca buku dari orang-orang yang aku kenal. Pertama sebagai bentuk penghargaan atas karya teman (jadi gak minta gratisan hehee…), yang kedua dengan membaca karyanya aku merasa bisa mengenal lebih dekat. Dan itu menyenangkan, seperti sebuah perjalanan pertemanan.

Kali ini buku yang aku beli adalah karya Henry Manampiring atau lebih dikenal Om Piring alias @newsplatter. Selebriti twitter idola perempuan dan laki-laki. Yang gak kalah penting Om Piring adalah salah satu guru @akademiberbagi yang bikin aku terus bertanya atas materi yang disampaikannya. Penasaran! Berharap ada chapter berikut dari kelas “Prediction” nya.

Pas kebetulan aku akan melakukan perjalanan ke Singapore menonton Om STING yang bikin meleleh jiwa raga, buku ini jadi bekal untuk menemani perjalanan. Aku selalu mempunyai cita-cita mulia yaitu : tertidur di pesawat.  Tetapi lebih sering cita-citanya gagal sih, makanya aku harus membawa buku atau majalah kalau gak bisa bahaya, mati kebosanan di pesawat. Kasihan yang di sampingku, jangan-jangan pulang tidak utuh lagi hahahaa.. (jangan percaya yang terakhir ini lebay).

Juga hanya kebetulan dan tidak diprediksi sebelumnya, bahwa ketika nonton STING di Stadium National Singapore ketemu penulisnya, Om Piriiiiiing…!!!! Tuhan yang mengaturnya, pasti!

Ketika sudah duduk manis di pesawat, aku langsung membuka buku Cinta tidak harus Mati karya @newsplatter dan membacanya. Thanks GOD baru 4 halaman aku tertidur! Sungguh mujarab buku ini (kalau kalian susah tidur bisa coba dengan membaca buku ini). Tetapi tidak terlalu lama aku kebangun dan masih setengah penerbangan jadi lanjut membaca buku lagi. Tapi mayan lah bukunya bisa menidurkanku sejenak.

Diawal-awal, aku agak bosan dengan tulisan mengenai hasil survey, karena sebagian besar aku sudah baca (karena link tulisan hasil survey sudah ada di blog dan di RT ribuan fans Om Piring). Hmmm… oke sejujurnya tulisan terlampau kecil dan aku malas mengambil kacamata yang ada di kabin atas, jadi agak repot membaca hasil surveinya  (begitulah alasan sebenarnya). Tetapi karena rasa penasaran jauh lebih besar maka membaca pun aku lanjutkan. Semakin lama semakin ke belakang, buku ini semakin menarik ternyata. Beberapa kali aku merasa ditampar-tampar. Om Piriiiiiiing kamu tega iih! Apa yang dituliskannya adalah hal yang sangat sehari-hari tetapi cara menuliskannya sangat dalam membuat aku berkali-kali termenung. Sebuah refleksi kehidupan yang seringkali kita abaikan (baik sengaja maupun tidak) . Banyak hal yang ditulis di situ sama dengan keresahan di kepalaku. Soal jam karet,basa-basi yang makin basi, atau soal takut bertanya. Salah satu alasanku membuat Akademi Berbagi adalah mengajak teman-teman untuk berani bertanya atau bahkan mendebat jika tidak sepaham. Tetapi dengan cara yang sehat bukan semacam tayangan debat di tv atau lawyers club. Kita seringkali gak mau bertanya tapi usai kelas semua mengerubung gurunya untuk bertanya. Lah! padahal kalau nanya pas kelas berjalan kan yang lain juga bisa ikut belajar toh! Dan yang pasti belajar untuk berani bertanya (Loh, kog malah ngelantur).

Belum lagi soal percintaan yang sungguh menguliti aku habis-habisan. Yaah kuakui yang ditulis itu benar. Coba baca ini:

“Kalau cinta diartikan sebagai rasa menggebu-gebu, keringat dingin, deg-degan, susah tidur, romantic dinner dengan lilin…..maka cinta harus mati. Dan akan mati.”

“Tahap passionate love, saat awal-awal manusia jatuh cinta tidak ada bedanya dengan kondisi high. Dan yang namanya high itu tidak bisa dipertahankan terus-menerus secara perspektif medis. Otak harus kembali ke equilibrium-nya.”

“Cinta yang membara memang harus mati. Karena dia harus memberi tempat untuk lahirnya sang pengganti, yaitu cinta yang lain yang tidak memabukkan, tetapi memberi rasa tenteram, aman dan companionship. Masalahnya, apakah kita sabar menantikan reinkarnasinya?”

See..???

Belum lagi soal jatuh cinta yang salah. Yaa…salah. Sadarkah kita bahwa kita tidak jatuh cinta pada seseorang tetapi pada sesuatu. Seringkali kita jatuh cinta pada imajinasi kita sendiri tentang pasangan yang sempurna, jatuh cinta pada solusi untuk masalah kita, dan sebagian orang jatuh cinta pada “jadwal”.

Belum lagi soal pencarian jati diri, passion dalam bekerja atau tentang fenomena zodiak, sebagai refleksi atas kemalasan dan ketakutan.

Bagaimana ini tidak nampol??? Kalau kurang jelas silakan baca sendiri yaa :)

Dari semua yang ditulis, hal yang sungguh menarik adalah, Om Piring menggunakan data dan referensi dari berbagi buku yang dia baca (dan banyak banget bukunya – ini sotoy sih)  dan dianalisis secara mendalam. Ini buku serius teman! Walaupun isinya tentang percintaan – galau – para – jomblo – dan peserta LDR tetapi ada pelajaran penting di dalamnya. Boleh bercanda, tetapi bicaralah dengan data! Hal yang sangat jarang dilakukan di Negeri ini bahkan oleh Departemen yang konon menaungi jutaan manusia.

Kali ini aku kembali kagum pada Henry Manampiring, setelah sebelumnya kagum ketika dia mengajar di @akademiberbagi. Sebagai salah satu followernya, aku mengakui dia adalah salah satu seleb twit yang bisa nyinyir dengan sangat cerdas dan rendah hati. Terimakasih, aku bisa mengenalmu Om Piring. Kapan ngajar lagi di Akber?

Dan ini sang seleb idola semua kawula baik laki pere :

Henry Manampiring

 

2

4 Responses

  1. Yos Beda
    19 Desember 2012
  2. Rafiq
    20 Desember 2012
  3. januar robin
    26 Desember 2012
  4. Robertus Benny Murdhani
    2 Januari 2013

Tinggalkan Balasan