Rumah Baru

Akhirnya aku punya rumah baru, dengan nama sendiri. Rasanya seperti mempunyai “rumah” sungguhan di mana aku bisa mencurahkan segala rasa dan asa. Di mana aku dengan bebas merajut angan dan impian. Rasa kepemilikan memang penting bagi manusia, karena sesuatu yang berada digenggaman terasa lebih menenangkan.

Rumah baru, dengan kepemilikan sendiri selalu menimbulkan tanggung jawab baru. Hal tersebut sering tidak kita sadari. Seru-seruan diawal, giliran saatnya merawat kedodoran. Aaah..begitulah manusia. Hangat-hangat tahi ayam tetap menjadi peribahasa paling populer. Konsisten itu menjadi sebuah kata yang sulit pelaksanaannya dan langka.

Akankah nasib rumah baruku akan seperti itu? Yang pasti aku berusaha untuk bertanggung jawab, dan belajar untuk konsisten. Perkara hasil, kita serahkan kepada waktu. Karena hanya bergulirnya waktu yang bisa membuktikan sebuah konsistensi.

 

1

One Response

  1. bernard roeng
    3 Desember 2013

Tinggalkan Balasan