Asuransi, Investasi dan Resolusi 2009

Menikmati liburan dengan menunggui putri sakit di RS mengingatkan pada sebuah percakapan dengan teman tentang asuransi. Katanya dia ikut asuransi yang akan memberikan hasil setiap bulan 30%. Saya cukup bingung dengan hal itu, karena apa mungkin asuransi memberikan benefit bulanan secara tunai sebesar 30%? Menurut saya ini patut dipertanyakan, karena jika sebuah asuransi yang meberikan profit bulanan sebesar itu kenapa orang tidak berbondong-bondong investasi disitu?

Saya kurang pandai dalam masalah investasi ataupun asuransi. Tetapi saya tahu banyak manfaatnya,  sehingga saya mulai mempelajari secara sederhana tentang kedua hal tersebut. Menurut pandangan saya pribadi, asuransi bukan merupakan investasi yang mencari keuntungan, tetapi lebih kepada persiapan dana untuk masa depan, untuk kesehatan dan untuk pendidikan. Keuntungannya apa? Keuntungannya adalah untuk masa akan datang ada dana cadangan yang telah dipersiapkan sejak kini. Jika tiba-tiba sakit dan harus opname, ada asuransi yang akan menanggulangi, jika anak masuk SD atau SMP atau SMA ada dana yang telah kita persiapkan sehingga tidak mengganggu cashflow bulanan. Atau jika masa pensiun tiba, ada dana untuk biaya hidup selanjutnya.

Jika ingin mendapatkan profit, menurut saya seharusnya berinvestasi bukan asuransi. Investasi bisa dimana saja. Bikin usaha sendiri, ikut usaha teman, deposito, reksadana atau obligasi dan saham. Sebuah investasi pasti ada resikonya sekecil apapun. Hal itu harus dipahami betul oleh investor. Bikin usaha sendiri bisa bangkrut, ikut usaha teman bisa ditipu, reksadana nilai NAB bisa turun drastis, apalagi saham dan obligasi sangat banyak faktor yang mempengaruhi resikonya. Mungkin yang paling kecil resikonya adalah deposito, kecuali melakukan deposito di bank yang kurang sehat akan menjadi besar resikonya karena banknya tutup. Sebuah bank sehat tidak akan memberikan bunga yang jauh melampaui bunga yang ditetapkan bank central. Itu jadi patokan paling gampang buat saya memilih bank. Disini hukum high risk high return tetap berlaku. Mau untung gede? Resikonya juga besar.

Jadi asuransi tidak menguntungkan? Menurut saya asuransi bukan menguntungkan, tetapi menyelamatkan cashflow kita, dan keberlanjutan kondisi finansial kita. Itung-itung kita meminta bantuan sebuah lembaga untuk mendisiplinkan kita menabung untuk hari esok. Kita tidak pernah tau kondisi kita nanti bagaimana, tetapi kita tahu pasti jika kita memerlukan dana untuk kesehatan keluarga kita, pendidikannya dan hari tua kita.

Apakah investasi tidak bisa menjamin masa depan kita? Bisa saja, tetapi tetap dipahami resiko-resiko yang bakal terjadi. Seperti baru-baru ini di Indonesia nilai saham anjlok sampai titik terendah. Padahal semua pakar ekonomi melihat kondisi keuangan negeri kita baik-baik saja tetapi karena di AS terjadi krisis keuangan kita pun kena imbasnya tanpa ampun. Resiko ini tidak pernah ada yang meramalkan, para pakar ekonomi tidak ada yang menduga akan sejeblok ini. Akibat saham anjlok, reksadana ikut turun drastis, suku bunga bank dinaikkan sehingga para investor justru lari kepada deposito. Dan semakin terpuruklah kondisi pasar modal kita.

Menurut para pakar yang berbicara di media butuh waktu 1-3 tahun untuk kembali ke kondisi sebelum krisis itu terjadi. Berarti dana yang kita investasikan di reksadana ataupun saham baru akan pulih pada waktu tersebut. Apakah kita rugi? Sebaiknya jika kondisi seperti ini kita tidak usah menjual surat berharga kita, apalagi yang investasi di reksadana. Diamkan saja, janganlah ditengak-tengok NAB-nya selain cuma bikin senewen kita juga semakin terjebak pada persepsi bahwa dana kita amblas. Biarkan para manager investasi yang bekerja memulihkan, percayakan semua pada mereka karena kita pun tidak bisa melakukan apa-apa. Jika nanti setelah 1-3 tahun, NAB sudah membaik barulah kita jual atau kita cairkan dananya. Pelajaran yang sangat baik untuk saya adalah : reksadana adalah investasi untuk jangka panjang, terlalu berisiko jika kita memperlakukan sebagai investasi jangka pendek, atau mencari keuntungan dari selisih NAB. Saya tidak begitu paham dengan pasar saham di bursa, tetapi kalau kita tidak punya bekal pengetahuan yang cukup sebaiknya jangan mencoba mengadu untung di bursa, apalagi tergiur dengan keuntungan yang selangit (tanpa mengingat resikonya yang segunung).

Saat ini, untuk jangka pendek, sebaiknya deposito saja. Selain bunganya sekarang sedang tinggi, proses pencairan yang mudah dan jangka waktunya bisa 1 bulan. Bahkan sekarang ada deposito on call yang bunga bisa lebih tinggi dari deposito biasa, jangka waktunya bisa harian, mingguan atau bulanan.

Kondisi ekonomi negeri ini (seperti kata para pakar) masih kurang baik. Menaikkan penghasilan juga susah, maka langkah paling bijak adalah mengurangi pengeluaran. Apa masih ada yang bisa dikurangi? Saya dulu juga berpendapat begitu. Sepertinya semua anggaran sudah sedemikian nge-pasnya. Tetapi, setelah saya urut satu-satu, ternyata masih ada pos yang bisa di hemat. Bagaimana cara menghemat adalah sangat subyektif, tetapi cara yang saya tempuh saat ini mungkin bisa digunakan oleh yang lain, yaitu mengeluarkan semua gaji saya dan menyisakan 10% di tabungan. Semua gaji langsung saya bagi dan serahkan kepada masing-masing pos. Sehingga di kepala saya, uang saya ya yang di dompet saya, ditabungan tidak pernah saya lihat lagi (kalau perlu atm-nya saya simpan di rumah). Atau mungkin ada cara lain? Silakan saja. Menurut saya setiap orang punya cara yang sesuai untuk dirinya sendiri.

Seperti kata guru NLP saya, tidak ada balsem di dunia ini. Artinya tidak ada satu tips atau cara jitu yang sesuai untuk semua orang. Karena manusia diciptakan dengan segala perbedaan dan keunikannya.

Selamat berinvestasi, dan selamat berhemat. Kita tidak tahu bagaimana tahun depan. Yang jelas akan ada pemilu besar-besaran yang sudah pasti mempengaruhi kondisi negeri. Maka tidak ada salahnya jika resolusi tahun depan adalah berhemat biar selamat!

Untuk investasi, karena semua saham dan reksadana lagi dijual murah tidak ada salahnya membeli tetapi ingat ini adalah sebuah investasi jangka panjang, bukan mengejar peruntungan sesaat.

SELAMAT TAHUN BARU. Selamat libur panjang, nikmati hari ini sebelum kembali kerja tahun depan.

12 Responses

  1. nothing
    25 Desember 2008
  2. hedi
    26 Desember 2008
  3. Antonius Hartono
    28 Desember 2008
  4. septiana
    29 Desember 2008
  5. nengjeni
    30 Desember 2008
  6. kw
    1 Januari 2009
  7. bangsari
    7 Januari 2009
  8. osamaliki
    8 Januari 2009
  9. omith
    12 Januari 2009
  10. Antonius Hartono
    31 Januari 2009
  11. agus sumatra
    11 Maret 2009
  12. kuncikaya
    3 Januari 2010

Tinggalkan Balasan